Breaking News:

Tersertifikasi Tier IV, Zettagrid Buka Data Center Kedua di Indonesia

Data center ini menggunakan platform Global Data Center milik Equinix, Jakarta IBX Data Center, atau yang lebih dikenal dengan JK1.

HANDOUT
Reza Kertadjaja, Country Manager Zettagrid Indonesia (kiri) dan Stephanus Oscar, Sales Manager PT DCI Indonesia (kanan) saat sesi potong tumpeng peresmian data center ke-2 Zettagrid di Indonesia, Rabu (14/11/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Zettagrid, perusahaan penyedia layanan cloud computing terkemuka berbasis Infrastructure as a Service (IaaS), mengumumkan dibukanya data center ke-2 yang berlokasi di Cibitung, Jawa Barat.

Data center ini menggunakan platform Global Data Center milik Equinix, Jakarta IBX Data Center, atau yang lebih dikenal dengan JK1.

Equinix menjalin kemitraan dengan PT Data Center Infrastructure (DCI) Indonesia sebagai pihak yang mengelola dan mengoperasikan data center ini.

PT DCI Indonesia selama ini dikenal sebagai penyedia layanan data center di Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang menerima penghargaan sebagai data center yang bersertifikasi Tier IV oleh Uptime Institute. Kemitraan ini memungkinkan pelanggan Zettagrid dapat menggunakan dan mengakses layanan cloud mulai dari compute, backup dan disaster recovery yang didukung oleh jaminan berkualitas serta handal dari Equinix.

Dengan dibukanya data center ke-2 dalam kurun waktu kurang dari 18 bulan terakhir menunjukkan keseriusan Zettagrid melakukan expansi ke wilayah Asia Pacific, yang berfokus untuk memberikan inovasi dan otomatisasi layanan data storage, recovery dan protection.

Selain itu dengan adanya data center ke-2 ini mampu meningkatkan service uptime untuk solusi dan layanan cloud Zettagrid seperti Disaster Recovery dan Backup.

Sebagai data center yang bersertifikasi Tier IV, PT DCI Bersama Equinix memberikan jaminan ketersediaan layanan (SLA) 99,99% atau hanya 5 menit downtime dalam satu tahun.

“Tingkat adopsi produk-produk cloud dari Zettagrid sangat tinggi di pasar Indonesia, beberapa diantaranya yang paling banyak diminati adalah solusi backup dan disaster recovery,” sebut Nicolas Power, Chief Operating Officer Zettagrid dalam keterangan pers tertulis kepada Tribunnews, Kamis (15/11/2018).

Dia menjelaskan, Zettagrid menawarkan produk dan solusi layanan cloud ke pasar Indonesia yang telah teruji dan menerima berbagai penghargaan dan didukung reliability dan service uptime dari Equinix.

Perluasan layanan operasi cloud Zettagrid melalui data center ke-2 di Indonesia ini memungkinkan pelanggan dan mitra Zettagrid mendapatkan SLA (Service Level Agreement) dengan standar yang tinggi dan ketat.

Baca: Pengusaha Biodisel Minta Program B30 Diberlakukan Mulai Awal Tahun Depan

Hal ini berkaitan dengan pengamanan dan perlindungan data pelanggan yang bersifat kritikal dan rahasia.

Dengan berada di data center JK1, prosedur redundansi dan pemulihan data pelaku bisnis di Indonesia dapat ditingkatkan untuk mendukung terpenuhinya 100% uptime melalui solusi cloud backup dan disaster recovery dari Zettagrid.

Baca: Pasca Laka Lion Air PK-LQP, Boeing dan FAA Isyaratkan Ganti Perangkat Lunak 737 MAX

“Dengan dibukanya data center ke-2 di Equinix Cibitung, Zettagrid memperkenalkan layanan DCI Cloud Connect, dimana solusi ini mampu menghubungkan secara langsung antara pelanggan dengan penyedia layanan cloud global seperti AWS, Azure dan Google Cloud,” ujar Reza Kertadjaja, Country Manager Zettagrid Indonesia.

Reza menambahkan, dengan terhubung pada DCI Cloud Connect, pelanggan akan mendapatkan pengalaman menggunakan layanan cloud yang stabil, otomatis, terprediksi serta real-time provisioning yang berjalan pada public internet.

Berita Populer
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved