Klaim Hacker Pakistan Curi Data Jutaan Akun, Bukalapak Akui Pernah Diserang

Seorang peretas asal Pakistan dengan nama samaran Gnosticplayers, mengklaim telah mencuri jutaan akun dari sejumlah situs populer di dunia.

Klaim Hacker Pakistan Curi Data Jutaan Akun, Bukalapak Akui Pernah Diserang
Tribunnews/JEPRIMA
Suasana ruang kerja para peserta Bukalapak Hack a Fun di Kantor Bukalapak, Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019). Bukalapak Hack a Fun merupakan program yang dikhususkan bagi karyawan Bukalapak yang bertujuan untuk berkreativitas, menelurkan inovasi dan mengerjakan project-project sesuai dengan fashion dan interest. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang peretas asal Pakistan dengan nama samaran Gnosticplayers, mengklaim telah mencuri jutaan akun dari sejumlah situs populer di dunia.

Dua di antara situs tersebut berasal dari Indonesia yakni Bukalapak dan YouthManual.

Menanggapi kabar ini, Bukalapak mengonfirmasi memang pernah ada upaya dari hacker untuk meretas situs Bukalapak beberapa waktu lalu.

Namun, e-commerce itu mengatakan bahwa tidak ada data pengguna yang berhasil dicuri peretas.

Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono memastikan bahwa data penting pengguna seperti password, rekaman finansial, serta informasi pribadi lain milik pengguna, aman dari serangan hacker.

"Kami selalu meningkatkan sistem keamanan di Bukalapak, demi memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna Bukalapak, dan memastikan data-data penting pengguna tidak disalahgunakan," ujar Intan

"Upaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital," lanjutnya melalui keterangan resmi yang dilayangkan, Senin (18/3/2019).

Meski demikian, sebagai langkah pengamanan tambahan, Intan mengimbau agar para pengguna secara rutin mengganti password dan mengaktifkan sistem keamanan dua langkah (Two-Factor Authentication).

"Kami juga menyarankan menjaga kerahasiaan password Anda dan menggunakan security guide yang sudah disediakan Bukalapak," imbuhnya.

Dijual di pasar gelap

Halaman
12
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved