Sepuluh Perusahaan Game Indonesia Siap Memasuki pasar Eropa Melalui Ajang Gamescom 2019

Gamescom dihadiri oleh lebih dari 350.000 pengunjung dari seluruh dunia serta lebih dari 30.000 rekan bisnis potensial

Sepuluh Perusahaan Game Indonesia Siap Memasuki pasar Eropa Melalui Ajang Gamescom 2019
istimewa
Sepuluh Perusahaan Game Indonesia Rambah Pasar Eropa di Ajang Gamescom 2019 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Sukses merambah pasar Amerika lewat gelaran Game Connection America (GCA) 2019 Maret lalu, sepuluh perusahaan game Indonesia siap memasuki pasar Eropa lewat Gamescom 2019 yang akan digelar di Cologne, Jerman, tanggal 20-24 Agustus 2019 mendatang.

Sepuluh perusahaan game tersebut antara lain Agate International, MassHive Media, Megaxus Infotech, Wawa Games, Ozysoft Studio, Touchten Games, IESPL, Komodoz, Plexus & Oray Studios dan Everidea Interactive.

Dikenal sebagai event game terbesar di Eropa, Gamescom 2019 tentu menjadi gerbang terbaik untuk menyasar pasar Eropa.

Setiap tahunnya, Gamescom dihadiri oleh lebih dari 350.000 pengunjung dari seluruh dunia serta lebih dari 30.000 rekan bisnis potensial yang diharapkan bisa membantu game Indonesia untuk lebih dikenal di pasar Eropa.

Baca: Tenis Open 2019 Jadi Uji Coba Petenis Indonesia Jelang SEA Games

Tahun 2018 lalu, Gamescom  tercatat dihadiri lebih dari 370.000 pengunjung dan 1.037 eksibitor dari seluruh dunia.

Gamescom 2019 merupakan partisipasi perdana dari Archipelageek di event game Eropa ini setelah tiga tahun berturut-turut (tahun 2017-2019) berpartisipasi di SXSW, dua tahun berturut-turut (tahun 2018 dan 2019) berpartisipasi di Game Connection America serta dua tahun berturut-turut (tahun 2017 dan 2018) mengikuti Tokyo Game Show.

Partisipasi Indonesia melalui Archipelageek dalam dua tahun terakhir di ajang lain seperti Game Connection America terbilang sukses.

Salah satu contohnya adalah Lentera Nusantara yang bertemu penerbit mereka, Aksys untuk merilis Ghost Parade di platform PS4, Xbox One, PC dan Nintendo Switch.

Game Connection America 2018 juga berhasil mempertemukan Agate dengan PQube, yang akhirnya berhasil membawa Valthirian Arc: Hero School Story untuk merambah pasar Eropa dan Amerika Serikat.

Baca: Lulus dari Kampus Bergengsi Selandia Baru, Martha Itaar Asal Papua Kini Jadi Pilot Garuda Indonesia

Terbaru, melalui Game Connection America 2019 kemarin, perusahaan game Indonesia sampai saat ini sudah mendapatkan potensi transaksi lebih dari USD200.000. Diharapkan dengan keikutsertaan di Gamescom 2019 ini para delegasi bisa melanjutkan hasil positif tersebut.

"Video game telah menjadi media hiburan terbesar secara global dengan nilai 152 Miliar Dolar AS di tahun 2019, mengalahkan hiburan konvensional seperti perfilman dan permusikan berkali-kali lipat,” ungkap Presiden AGI, Cipto Adiguno di Jakarta.

Sayangnya, Indonesia masih tergolong muda dalam industri ini dibanding pemain veteran seperti Amerika, Cina, dan Jepang, sehingga sebagian besar produk yang kita konsumsi merupakan produk asing dan tidak berkontribusi pada pendapatan negara.

"Program ARCHIPELAGEEK diharapkan bisa membuka jendela usaha para pelaku industri game di Indonesia untuk merambah pasar dunia dan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kreatif baru bangsa kita,” pungkasnya.

Keikutsertaan delegasi Indonesia di Gamescom 2019 ini merupakan kelanjutan dari program Archipelageek yang diinisiasi oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Game Indonesia (AGI).

Archipelageek merupakan program yang bertujuan membantu pelaku industri kreatif khususnya di subsektor aplikasi dan pengembang permainan untuk unjuk gigi di pasar global dan mendapatkan rekan bisnis potensial.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved