Kelas Sosial Menengah dan Anak Muda Mulai Melek Blockchain

Di bidang keuangan Blockchain turut membantu masyarakat dalam mempercepat kegiatan audit, pembayaran lintas negara, investasi aset digital

Kelas Sosial Menengah dan Anak Muda Mulai Melek Blockchain
net
Ilustrasi Blockchain 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Oscar Darmawan selaku CEO Indodax mengatakan, makin banyak masyarakat terutama kelas sosial menengah dan anak muda yang melek akan Blockchain.

Bahkan, sebagian diantara mereka juga sudah merasakan kemutakhiran teknologi Blockchain di dalam kehidupan sehari-hari.

Di bidang sektor publik misalnya, teknologi peer to peer ini telah berhasil mempermudah aktivitas pencatatan identitas, aset berharga, data kesehatan, dan faktur pajak.

"Di bidang keuangan Blockchain turut membantu masyarakat dalam mempercepat kegiatan audit, pembayaran lintas negara, investasi aset digital, dan pembuatan kontrak pintar  atau smart contract," kata Oscar di Surabaya belum lama ini.

Oscar menyebut, salah satu kehebatan Blockchain adalah kita dapat mengirimkan data apapun tanpa perlu bergantung pada satu server.

Solusi cerdas atau multi aplikasi melalui Blockchain ini memang dinilai mampu mendorong kesejahteraan sosial masyarakat.

Misalnya, muncul peluang-peluang baru bagi para pelaku usaha ditandai mulai giat mendirikan lapangan pekerjaan yang jauh lebih menjanjikan dan menguntungkan.

Baca: Empowering Blockchain Summit Pertemukan Pemimpin, Pendiri dan Pengembang Perusahaan Besar

"Maka momentum dan eksistensi ekosistem digital yang sudah terbentuk harus selalu kita jaga,” katanya.

Di beberapa tahun mendatang, Oscar memprediksi eksisnya gaya hidup digital masyarakat serta peningkatan penetrasi internet dan telepon pintar akan menjadi faktor akselerasi berkembangnya Blockchain yang semakin sesuai dengan kebutuhan.

Ia mencontohkan teknologi terdistribusi dan terdesentralisasi ini dapat digunakan guna mewujudkan proses pemilu yang lebih efektif dan efisien.

“Memang benar isu seperti kepercayaan publik, tantangan teknis, privasi dan fluktuasi nilai, serta tata kelola data yang belum memadai akan menjadi tantangan-tantangan baru bagi pengimplementasian Blockchain di masa mendatang,“ kata Oscar.

Danny Rowshandel sebagai Managing Director High Performance Blockchain (HPB) menuturkan yakni ekspansi mereka ke Indonesia dilatarbelakangi masih minimnya perusahaan-perusahaan konvensional yang mampu mengimplementasikan teknologi Blockchain.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved