Pengamat Telekomunikasi: Maksimalkan Industri Nasional untuk Pengadaan Jaringan Siber Pemerintah

RPJMN akan menitikberatkan pada transformasi digital. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkualitas dan merata.

Pengamat Telekomunikasi: Maksimalkan Industri Nasional untuk Pengadaan Jaringan Siber Pemerintah
KOMPAS.COM/ADITYA PANJI
Nonot Harsono, pemerhati telekomunikasi dari Masyarakat Telekomunikasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyelenggaraan jaringan pemerintah yang aman dan mandiri (JAM) khusus didesain untuk lalu lintas berkomunikasi antar instansi nampaknya akan segera direalisasikan.

Kementerian PPN/ Bappenas sudah memasukan Program Jaringan Pemerintahan yang aman dan mandiri dalam program prioritas pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2020 -2024.

Dalam program tersebut, Kementerian PPN/Bappenas menyatakan, RPJMN akan menitikberatkan pada transformasi digital. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkualitas, merata termasuk pengelolaan data informasi yang aman, terintegrasi dan didukung ketersediaan SDM  berkualitas dan industri dalam negeri yang mandiri dan berdaya saing.

Dasar hukumnya adalah Perpres No 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019. Aspek terpenting dari keberadaan pita lebar adalah akses internet dengan jaminan konektivitas yang selalu tersambung, terjamin ketahanan dan keamanan informasinya.

Isu soal keamanan jaringan memang menjadi perhatian khusus dalam RPJMN 2020-2024, karena jaringan publik yang tersedia sangat rawan dari serangan cyber.

Hasil kajian Bappenas diperoleh temuan bahwa infrastruktur data center (IDC) tidak efisien, aplikasi e-government di instansi pemerintah tersebar dan beragam, datanya tidak terintegrasi, dan serangan cyber terjadi hingga 12,8 juta kali.

Sasaran yang paling tinggi adalah domain internet milik pemerintah. Karena itulah pemerintah memerlukan infrastruktur dan aplikasi yang aman, tersandarisasi dan memiliki ketahanan keamanan siber.

Menurut Nonot Harsono, pemerhati telekomunikasi dari Masyarakat Telekomunikasi, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang belum memiliki jaringan khusus pemerintah yang terintegrasi satu sama lainnya.

Baca: Cerita Lengkap Nyasarnya Bus Sudiro Tungga Jaya di Tepi Jurang Hutan Wonogiri

Padahal, jaringan pemerintah ini sangat bermanfaat, sebagai jaringan penghubung antar lembaga kementerian dan lembaga, jaringan penghubung antara pemerintah pusat dengan seluruh Pemda, Kecamatan dan Kelurahan.

Baca: Realme XT Dipersenjatai Prosesor Snapdragon 712, Pemrosesan Gambar Jadi Cepat dan Multitasking

“Semua negara maju sudah memanfaatkan TIK untuk meningkatkan kualitas pelayananan publik, Indonesia sudah tertinggal jauh,” ujar Nonot yang juga mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ( BRTI) ini.

Baca: Keluarga Janda di Sragen Hajatan Nikahkan Anaknya, Tak Ada Tetangga yang Datang Hanya Gara-gara Ini

Halaman
123
Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved