Kampanye Clean Up to the Countdown untuk melegalisasi Aset Software Perusahaan di Indonesia

Penyelesaian masalah membutuhkan dukungan pemimpin perusahaan secara serius menghentikan penggunaan software tidak berizin di perusahaan mereka

Kampanye Clean Up to the Countdown untuk melegalisasi Aset Software Perusahaan di Indonesia
istimewa
Tarun Sawney, Senior Director BSA for APAC, Sarno Wijaya SH., MH, Direktur Teknologi Informasi, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, dan Andy Suryanto, Head of IT Department at PT Amerta Indah Otsuka sedang membahas bagaimana kampanye “Clean Up to the Countdown” yang diluncurkan hari ini dapat menjangkau 10.000 perusahaan di seluruh Indonesia yang dianggap rentan terhadap risiko penggunaan software ilegal sampai akhir tahun 2019. 

Sarno Wijaya, Direktur Teknologi Informasi, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, menyatakan bahwa kegagalan dalam menekan tingkat penggunaan software ilegal akan memicu penyebaran malware.

Seringkali, malware tersembunyi dan hadir bersamaan dengan software tidak berizin, memanfaatkan kelemahan pada software yang tidak menerima pembaruan secara rutin karena tidak berizin.

“Kami menghargai prakarsa BSA, yang secara gencar memberikan pendidikan dan mendorong kalangan pengusaha untuk mengesahkan aset software perusahaannya. Dengan demikian, kita dapat menciptakan ekosistem siber aman dan bersih sebelum memasuki dasawarsa baru,” ucap Wijaya.

“Industri software sangat menghargai kerja sama pemerintah Indonesia dalam kampanye ini dan kami mengucapkan terima kasih atas upaya pemerintah menegakkan hukum di bidang ini,” kata Sawney.

“Kami pun berharap para pemimpin perusahaan di Indonesia segera mengambil tindakan dan memastikan bahwa software di perusahaannya telah berizin secara penuh. Meski begitu, kami tidak bermaksud mengatakan bahwa para pemimpin usaha di Indonesia melanggar hukum, tapi bahwa masih banyak perusahaan yang tidak mengelola hak cipta software-nya dengan baik.”

Kampanye ‘Clean Up to the Countdown’ adalah bagian dari prakarsa ‘Legalize and Protect’, yang diluncurkan pada awal tahun ini.

Sejauh ini, prakarsa tersebut membantu ribuan perusahaan di Indonesia untuk mengesahkan software mereka dan melindungi data perusahaannya, baik dari malware maupun peretas.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved