Gerakan Menuju 100 Smart City Mencapai Target Membantu Pemda Menyusun Rencana Induk Smart City

Gerakan Menuju 100 Smart City tahun 2019 memasuki tahap akhir. Melalui program ini, 100 kota/kabupaten telah memiliki master plan

Gerakan Menuju 100 Smart City Mencapai Target Membantu Pemda Menyusun Rencana Induk Smart City
KG Media
Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate dan Wikan Dr. Wikan Danar Sunindyo, dosen ITB yang menjadi salah satu anggota tim pembimbing. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Gerakan Menuju 100 Smart City tahun 2019 memasuki tahap akhir. Melalui program ini, 100 kota/kabupaten telah memiliki master plan (rencana induk) pembangunan berbasis smart city.

Gerakan Menuju 100 Smart City ini sendiri telah bergulir sejak tahun 2017. Pada periode 2017- 2018, program ini telah berhasil membantu 75 kota/kabupaten dalam menyusun master plan smart city untuk daerahnya masing-masing.

Program ini kemudian berlanjut di awal tahun 2019, dengan memilih 25 kota/kabupaten lainnya untuk menjalani bimbingan teknis dalam menyusun master plan smart city.

Kini 25 kota/kabupaten terpilih tersebut telah memiliki rencana detail pembangunan daerah berbasis smart city, yang berarti target Gerakan Menuju 100 Smart pun telah dicapai.

Baca: Kehadiran Jakarta Smart City, Manfaatnya Makin Dirasakan Warga Jakarta

“Kehadiran Gerakan Menuju 100 Smart City ini adalah salah satu upaya optimalisasi infrastruktur internet seperti Palapa Ring yang telah dibangun hingga ke pelosok-pelosok Nusantara. Kami ingin agar pemerintah dan masyarakat memanfaatkan jaringan internet ini secara positif dan produktif sebagai infrastruktur yang bakal dapat menggenjot tingkat ekonomi dan sosial masyarakat, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya relatif tertinggal dalam hal akses internet,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate.

Dalam menyusun master plan smart city ini, pemerintah daerah dibimbing oleh akademisi dan praktisi smart city yang dibentuk pemerintah pusat. Master plan disusun berdasarkan tantangan dan peluang dari masing-masing daerah, seperti tercermin dari Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Rencana ini dibagi dalam enam pilar kehidupan masyarakat, yaitu smart government, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment.

Baca: Pemkot Tegal Gandeng Grab untuk Wujudkan Visi Smart City

“Smart city di Indonesia perlu menunjukkan dan memunculkan kekhasan daerah yang menjadi daya tarik dan menawarkan kearifan lokal tiap daerah, dan tidak sekedar mengikuti trend yang ada” ungkap Wikan Dr. Wikan Danar Sunindyo, dosen ITB yang menjadi salah satu anggota tim pembimbing.

“Kreativitas yang tepat dapat memberikan solusi yang sesuai dengan masalah yang dihadapi daerah-daerah saat ini, sekaligus sebagai antisipasi di masa depan” tambah Wikan.

Setelah memiliki rencana induk smart city, 100 kota/kabupaten terpilih diharapkan dapat secara konsisten menjalankan program tersebut. Selain untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di daerah masing-masing, kota/kabupaten yang telah mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City diharapkan juga dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah lainnya.

Gerakan Menuju 100 Smart City sendiri adalah gerakan yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika dan didukung oleh Departemen Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian PUPR, Kantor Staf Kepresidenan, Departemen Keuangan, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved