Karya Anak Bangsa

Indonesia Menjadi Produsen Sampah Plastik Terbesar Kedua di Dunia, Ini Respon Karya Anak Bangsa

Dilansir dari Kompas.id, menurut McKinsey and Co and Ocean Conservancy, Indonesia disebut sebagai produsen sampah plastik kedua terbesar setelah China

BizzInsight
Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Dilansir dari Kompas.id, menurut McKinsey and Co and Ocean Conservancy, Indonesia disebut sebagai produsen sampah plastik kedua terbesar setelah China. Bahkan, setiap hari, produksi sampah plastik di Indonesia bisa mencapai 175.000 ton. Dengan jumlah tersebut, dalam satu tahun sampah plastik di Indonesia mencapai 63,9 juta ton.

Tak hanya di Indonesia, sampah plastik juga menjadi permasalahan yang diperhatikan oleh berbagai negara di dunia. Bahkan, beberapa negara seperti Maroko, Mauritania, Myanmar, dan Italia telah melarang penuh kantong plastik.

Menyikapi hal tersebut, di Tanah Air, pengurangan sampah plastik juga terus gencar dilakukan. Bahkan, saat ini, sudah banyak restoran yang mengurangi penggunaan plastik. Untuk berkontribusi mengurangi sampah plastik, Gojek melalui layanan GoFood menggandeng World Wildlife Fund (WWF) Indonesia untuk mengkampanyekan pengurangan sampah plastik.

Dalam kampanye tersebut, melalui Bengkel Belajar Mitra (BBM) yang diselenggarakan di Denpasar Bali pada Selasa, (29/10/2019) lalu, para mitra diberikan pelatihan terkait untuk terus mendorong upaya sadar lingkungan.

Gojek melalui layanan GoFood menggandeng World Wildlife Fund (WWF) Indonesia untuk men
Gojek melalui layanan GoFood menggandeng World Wildlife Fund (WWF) Indonesia untuk mengkampanyekan pengurangan sampah plastik.

“Melalui program BBM ini, kami memfasilitasi mitra driver dengan pelatihan sadar lingkungan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Tujuan agar mitra driver selalu nyaman ketika mengantarkan makanan dan akhirnya selalu menjadi andalan serta makin dicintai oleh pelanggan,” ujar VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel Lavina.

Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Denpasar, WWF Indonesia, dan GoFood memperkenalkan solusi kepada mitra driver untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Tak hanya itu, mitra driver juga memperoleh pembekalan seputar upaya penyelamatan lingkungan.

Bahkan, lewat inisiatif #GoGreener, para mitra diberikan tas pengantar yang dirancang khusus untuk menyimpan dan mengantarkan makanan, agar tidak perlu menggunakan kantong plastik sekali pakai.

“Memanfaatkan berbagai layanan dan berinteraksi dengan mitra driver Gojek, saat ini sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karenanya mitra driver menjadi salah satu bagian dari ekosistem Karya Anak Bangsa yang paling berpengaruh untuk menjaga tingkat kepuasan dan kesetiaan pelanggan,” ujar Direktur Kelautan & Perikanan WWF Indonesia, Imam Musthofa.

Langkah Gojek untuk turut berpartisipasi dalam mengurangi sampah plastik direspon positif oleh para mitra.

“Pelatihan ini membuat kita sadar bahwa ada solusi bagi keterbatasan kami dengan menggunakan tas pengantar khusus inovasi GoFood sehingga kedepannya semakin memudahkan kami dalam menjalankan order sehari-hari,” ujar salah satu mitra driver Gojek, Daud Mesak saat ditemui disela-sela pelatihan Bengkel Belajar Mitra.

Selain itu, melalui pelatihan tersebut, GoFood melalui inisiatif #GoGreener diharapkan dapat mendorong mitra driver untuk mempraktekkan gaya hidup ramah lingkungan baik ketika mengambil order GoFood atau dalam kehidupan sehari-hari agar dapat mempengaruhi rekan sesama mitra.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved