Rosebay Group Luncurkan Solusi Teknologi Berbasis AI untuk Industri Keuangan

Dengan sistem ini maka perusahaan tidak perlu menggunakan data scientist karena sudah memberdayakan kecerdasan buatan untuk pemasaran

Rosebay Group Luncurkan Solusi Teknologi Berbasis AI untuk Industri Keuangan
HandOut/Istimewa
Perusahaan Teknologi Informasi (TI) yang berbasis di Nepal, Rosebay Group memperkenalkan teknologi canggih yang memiliki sistem keamanan yang khusus diperuntukkan bagi industri perbankan berbasis Artificial Intelligent (AI). 

TRIBUNNEWS.COM - Rosebay Group, perusahaan Teknologi Informasi (TI) yang berbasis di Nepal memperkenalkan teknologi canggih yang memiliki sistem keamanan yang khusus diperuntukkan bagi industri perbankan.

Teknologi yang berbasis Artificial Intelligent (AI) ini memiliki sistem verifikasi seperti data kependudukan, karena banyaknya masyarakat yang menggunakan identitas palsu ketika melakukan pinjaman.

CEO Rosebay Group, Rohit Kumar mengatakan, penipu membuat beberapa perubahan agar mereka bisa meraih pinjaman di bank.

Ia kemudian membuat sistem berbasis Blockchain di Vietnam agar aksi penipuan dapat dicegah.

“Ini akan menjadi sesuatu yang sangat berguna bagi kebutuhan transparansi. Karena dapat diaudit oleh siapapun," kata Rohit di Jakarta, Kamis (7/11) kemarin.

Kumar menjelaskan sistem transparansi ini juga bisa digunakan di sistem pemerintahan. Ia mengaku jika Rosebay akan segera merilis dua produknya di Indonesia, di mana salah satunya adalah Sigmund.

Produk ini adalah sistem pemasaran dengan teknologi Automated AI yang bisa digunakan, tidak hanya untuk bank, tetapi industri keuangan seperti asuransi, multifinance, dan fintech.

"Dengan sistem ini maka perusahaan tidak perlu menggunakan data scientist karena sudah memberdayakan kecerdasan buatan untuk pemasaran," ujar Kumar.

“Automated AI bertujuan untuk memungkinkan Bank dan Lembaga Keuangan lainnya seperti perusahaan asuransi, perusahaan multifinance, dan perusahaan FinTech menjalankan Cross-selling dan Up-selling berdasarkan AI,” jelas Kumar.

Rohit menuturkan, perusahaan dapat menyertakan informasi terperinci tentang efektivitas campaign, strategi, dan konten. Hal itu membuat tim pemasaran perusahaan dapat fokus terhadap pemasaran, bukan keahlian data.

Hal itu membuat perusahaan tidak perlu mempekerjakan data scientist, teknisi serta sistem deteksi penipuan (fraud detection system).

“Pilih strategi Al sesuai dengan kebutuhan Anda dengan satu kali klik, Sigmund yang bekerja keras dan Anda tinggal fokus pada pemasaran Anda, otomatiskan pemasaran dengan Al,” tutur Kumar.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved