Digital Transformasi Makin Pesat, Cyber Security Diyakini Segera ‘Booming’ di Indonesia

Bisnis keamanan siber (cyber security) diyakini segera booming menyusul makin pesatnya perkembangan digital transformasi di Indonesia.

Digital Transformasi Makin Pesat, Cyber Security Diyakini Segera ‘Booming’ di Indonesia
Ilustrasi Cyber Attack 

TRIBUNNEWS.COM - Bisnis keamanan siber (cyber security) diyakini segera booming menyusul makin pesatnya perkembangan digital transformasi di Indonesia.

Seluruh perusahaan di Indonesia telah berlomba-lomba untuk mengadopsi digital transformasi sehingga dibutuhkan layanan untuk melindungi data digital.

Demikian hal ini disampaikan Erik Meijer, President Director Telkomtelstra, dalam Telkomtelstra Digital Summit 2019 di Jakarta, Kamis (21/11). “Cyber security service itu agak aneh. Di seluruh dunia sedang booming business, sementara di Indonesia masih awal-awalnya. Nah ini saya yakin akan segera booming, dengan semua perusahaan masuk ke digital, pasti peluang hacker meningkat. Jadi cyber security sangat penting,” paparnya.

Menurut Erik, Telkomtelstra juga memiliki layanan cyber security yang baru dengan strategi integrasi ke operation center-nya Telkom. “Itu dulu hanya dipakai untuk keperluan Telkom sendiri, sekarang sudah bisa digunakan oleh semua perusahaan. Itu canggih sekali. Bisa mendeteksi semua ancaman digital yang masuk kepada peralatan dan jaringan dari perusahaan tertentu,” paparnya.

Dalam acara tersebut juga diperkenalkan Managed Disaster Recovery (DR) sebagai bagian dari produk pengembangan cloud. Melalui Managed DR Services, Telkomtelstra dapat mendukung pengelolaan proses perlindungan dan pemulihan data dari bencana, dan membantu meminimalkan risiko kehilangan data berharga di ekosistem cloud manapun, sehingga pelanggan dapat fokus pada bisnis inti.

“Sebagian besar organisasi IT menyadari perlunya solusi Disaster Recovery yang efektif di lingkungan cloud untuk meminimalkan downtime, mempertahankan kepatuhan, dan menjaga reputasi. Tetapi sangat sedikit yang memiliki waktu atau sumber daya tambahan untuk mengelola proses dengan standar tertinggi. Telkomtelstra mengelola layanan DR sehingga dapat menghilangkan beban manajemen pemulihan bencana end-to-end dalam ekosistem cloud,” kata Erik.

Sementara itu, Mevira Munindra, Heads of Operations IDC Indonesia, menerangkan transformasi digital adalah sebuah perjalanan transformasi bisnis.

Transformasi digital selanjutnya atau Digital Transformation (DX) 2.0 akan berbasiskan data. IDC memperkirakan pada tahun 2022, 50% perusahaan di Indonesia akan membentuk digital-native platforms dengan Cloud, Mobility dan Big Data & Analytic sebagai teknologi utama untuk bisa bertahan dan berkompetisi di pasar ekonomi digital.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved