Bos Telegram Kritik WhatsApp, Sebut Aplikasi Ini Berbahaya

Bos Telegram mengkritik keras aplikasi Whatsapp dan menyebut aplikasi tersebut berbahaya digunakan netizen.

Bos Telegram Kritik WhatsApp, Sebut Aplikasi Ini Berbahaya
pixabay.com/HeikoAL
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bos Telegram mengkritik keras aplikasi Whatsapp dan menyebut aplikasi tersebut berbahaya digunakan netizen.

Mengutip dari laman Digital Trends pada Jumat (7/2/2020), menurut bos Telegram, Pavel Durov, platform milik Facebook itu membuat kesalahan mengenai end-to-end encryption yant tidak melindungai pengunna dari pelanggaran.

"WhatsApp yang memiliki mantra ajaib end-to-end encryption seharusnya membuat komunikasi pada aplikasi ini menjadi lebih aman, tetapi ternyata teknologi ini tidak menjamin privasi anda dengan sendirinya." ucap Durov.

Selain itu, Durov juga menyebutkan bug keamanan WhatsApp sebenernya ditanam pada backdoors. Hal ini dilakukan untuk mematuhi dan menenangkan penegak hukum, jadi jaringan sosial itu bisa melakukan bisnis tanpa terganggu di negara seperti Iran dan Rusia.

Baca: Hino RN 285 Cocok untuk Taklukkan Trayek Bus AKAP Full Tol Trans Jawa

Durov juga mengatakan, bahwa Telegram pernah didekati oleh lembaga yang sama untuk bekerja sama dalam menanampak end-to-end encryption pada backdoors. Tetapi Telegram menolak.

Baca: Anies Baswedan Kantongi Restu Istana Lanjutkan Revitalisasi Monas, Mensesneg Minta Ini. . .

"Buah penolakan ini menbuat Telegram dilarang di berbagai negara, sedangkan WhatsApp yang tidak memiliki masalah dengan pihak berwenang malah paling dicurigai di Rusia dan Iran," kata Durov.

Sebagai informasi, sebelumnya terjadi peretasan pada aplikasi WhatsApp pendiri Amazon, Jeff Bezoz.

Aksi peretasan pada ponsel Jeff Bezos terungkap, setelah ia menerima sebuah video berukuran 4,4MB melalui aplikasi WhatsApp.

Video itu ternyata mengandung malware, hal ini menyebabkan sebagian gigabite data dan informasi personal Jeff Bezos berhasil dicuri.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved