Tokopedia Academy Jadi Wadah Talenta Digital Indonesia Belajar Teknologi

Tokopedia Academy sendiri merupakan sebuah wabah bagi para talenta digital Indonesia, untuk belajar mengenai teknologi dan mengembangkan talenta

Tokopedia Academy Jadi Wadah Talenta Digital Indonesia Belajar Teknologi
TRIBUNNEWS.COM/HARI
VP of Engineering Tokopedia Aswin Tanu Utomo, Co-Founder & Vice Chairman Tokopedia Leontinus A. Edison, dan Senior Vice President of Engineering Tokopedia Herman Widjaja sesi konferensi pers Tokopedia START Summit 2020, Sabtu (22/2/2020) di The Kasablanka Hall Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokopedia resmi meluncurkan Tokopedia Academy, pada ajang konferensi digital START Summit 2020.

Tokopedia Academy sendiri merupakan sebuah wabah bagi para talenta digital Indonesia, untuk belajar mengenai teknologi dan mengembangkan talenta mereka.

VP of Engineering Tokopedia, Aswin Tanu Utomo, mengatakan Tokopedia Academy merupakan sebuah inisiatif untuk dapat berkontribusi lebih banyak kepada talenta digital Indonesia.

"Awal terbentuknya Tokopedia Academy, berawal dari bagaimana caranya kita berkontribusi kepada para talenta digital belajar teknologi sekaligus mengajak mereka belajar bersama kami," ucap Aswin, di The Kasablanla Hall, Jakarta, Sabtu (21/2/2020).

Baca: Sepupu BCL Ungkap Kegiatan Ashraf Sinclair, Sebut Hal Ini yang Jadi Pemicu: Dilakukan Terlalu Berat

Ia menambahkan, program yang ada di Tokopedia Academy meliputi kegiayan reguler Tech a Break, workshop teknologi dan kemitraan dengan berbagai komuntias pegiat teknologi.

"Dalam akademi ini, kami befokus terhadap pengembangan teknologi mulai dari programing, research and development hingga produk desain," kata Aswin.

Lanjut Aswin, Tokopedia Academy juga menjalin kerja sama strategis dengan institusi pendidikan yaitu salah satunya Universitas Pancasila, dengan mendirikan Tokopedia-UI AI Center of Excellence pada maret 2019 lalu.

"Kedepannya, Tokopedia melalui akademi ini berkomitmen untuk terus mengakselerasi pemerataan ekonomi digital Indonesia, dan bertransformasi menjadi supere eosystem," ujar Aswin.

Transformasi ini membutuhkan lima pilah, yaitu perkuat fondasi, fokus kepad kebutuhan konsumen, memperluas manfaat data, penggunaan artificial intelligence dan menjalankan kerangka kerja yang optimal secara finansial.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved