Breaking News:

Mulai 18 April Pemerintah Akan Blokir HP BM, Bagaimana Nasib Ponsel Black Market yang Sudah Dipakai?

HP Black Market (BM) mulai 18 April 2020 mendatang akan diblokir oleh pemerintah, masyarakat diminta agar mengecek terlebih dahulu nomor IMEI ponsel

Pixabay.com/Bru-nO
Ilustrasi - Mulai 18 April Pemerintah Akan Blokir HP BM, Bagaimana dengan Ponsel Black Market yang Sudah Dipakai 

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys.

Merza mengatakan, imbauan tersebut berlaku bagi calon pembeli ponsel setelah regulasi ini diimplementasikan.

"Untuk nanti (setelah kebijakan berjalan) dan mau membeli (ponsel) cek-lah IMEI-nya dulu, karena IMEI akan tertulis di luar (kemasan) sesuai dengan aturan Kementerian Perdagangan."

"Kalau legal, belilah, kalau tidak, jangan," kata Merza.

Baca: Harga dan Spesifikasi HP Redmi K30 5G, Ponsel Xiaomi Kamera 64 MP dan Chipset Snapdragon 765G

Baca: Cara Mengecek Status Ponsel di Laman Kemenperin dan Temukan IMEI Ponsel

Merza menegaskan bahwa ponsel yang sudah dinyatakan ilegal, maka perangkat tersebut benar-benar tidak bisa dipakai.

"Saya tegaskan, bukan sinyal diblokir tapi HP ilegal tidak akan pernah bisa dipake untuk layanan dari operator seluler," ujar Merza.

Diketahui, Pemerintah akan menggunakan skema whitelist sebagai mekanisme pemblokiran ponsel BM.

Skema pemblokiran ini menerapkan mekanisme "normally off", artinya hanya ponsel IMEI legal/terdaftar dapat tersambung ke jaringan operator seluler.

Sementara itu, Indrasari Wisnu Wardhana selaku Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, ponsel yang sudah dipakai sebelum 18 April akan tetap aktif.

Perangkat yang saat ini telah aktif atau sudah terpasang kartu SIM dan terhubung operator seluler, tidak perlu khawatir.

Halaman
1234
Penulis: Arif Fajar Nasucha
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved