Gandeng Usaha Mikro, Grab Ventures Velocity Tahun Ketiga Digelar

Grab Indonesia memunculkan startup baru yang bisa memberikan manfaat pada usaha-usaha mikro agar bisa naik kelas.

Reynas Abdila
Peluncuran Grab Ventures Velocity (GVV) Angakatan Ketiga di Plaza Kuningan, Jakarta, Selasa (3/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Menkop dan UKM Teten Masduki mengatakan usaha mikro yang jumlahnya puluhan juta membutuhkan sebuah ekosistem untuk bisa memenuhi permintaan pasar secara continue dalam volume besar.

"Jumlah usaha mikro itu 63 jutaan mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan sampai warung, namun sesuai namanya usahanya mereka kecil-kecil. Jadi dibutuhkan startup baru yang bisa jadi partner usaha mikro untuk bisa terhubung dalam ekosistem,” kata Menkop di acara Grab Ventures Velocity (GVV) angkatan 3, di Plaza Kuningan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Mantan Kepala Staff Kepresidenan itu bercerita dalam kunjungannya ke sejumlah daerah di Indonesia banyak usaha mikro dengan hasil komoditas yang memiliki nilai tinggi tetapi pasokannya dalam skala kecil.

“Misalnya komoditas kopi, umbi-umbian, kepiting, furniture, maupun buah tropis membutuhkan kemitraan yang bisa menghubungkannya dengan market yang membutuhkan supply dalam jumlah besar dan teratur," jelasnya.

Karena itu lanjut Menkop dan UKM, pihaknya mendukung dan memberikan apresiasi atas inisiatif Grab Indonesia dalam memunculkan startup baru yang bisa memberikan manfaat pada usaha-usaha mikro agar bisa naik kelas atau scale up.

Menkop menambahkan Kemenkop dan UKM juga sudah menggandeng startup dalam mengangkat usaha mikro yang kebetulan sebagian juga alumnus GVV yaitu TaniHub dan Sayurbox, keduanya sektor pertanian serta Aruna di sektor perikanan.

Sedang untuk usaha mikro warung, Kemenkop dan UKM juga bekerjasama dengan Warung pintar, dan Grab kios.

Menurut Menteri Teten Masduki, yang masih sangat dibutuhkan dalam mengangkat usaha mikro terhubung dengan ekosistem adalah, para seller (penjual) di market place yang bisa aktif mencari offtaker atau pembeli.

Sementara Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, mengatakan pihaknya cukup memahami apa saja tantangan dan kebutuhan perusahaan starup di Indonesia.

"Melalui GGV kami harap bisa meningkatkan kualitas startup Indonesia dan sehingga bisa menjadi Unicorn baru dan menjadikan Indonesia sebagai startup terbesar di Asia Tenggara, "katanya.

Sebagai catatan, Indonesia kini memiliki 2.193 startup atau urutan ke lima terbesar dunia setelah Amerika Serikat (46 ribu startup), India (6.000), Inggris (4.900) dan Kanada (2.400).

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved