Rabu, 15 April 2026

Saatnya Rebut Peluang Bisnis e-Commerce Saat Pandemi Covid-19

Mereka yang telah berbelanja online menjadi makin sering melakukannya dan mereka yang belum pernah, semakin banyak yang mulai melakukannya

Editor: Eko Sutriyanto
Istimewa
Aktivitas kerja di e-commerce enabler Egogo Hub Indonesia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski mempengaruhi hampir semua sektor kehidupan, pandemi Covid19 telah meningkatkan transaksi e-commerce di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Peluang besar menanti siapa pun yang mau berkecimpung di sektor ini.

Benny Tanadi, Presiden Direktur e-commerce enabler Egogo Hub Indonesia menyatakan, menyikapi dampak ekonomi yang disebabkan meluasnya pandemic Covid 19, ia mengajak siapapun untuk segera ikut merebut peluang di sektor e-commerce.

Sejak pandemi Covid19 merebak, survey yang dilakukan banyak otoritas e-commerce dunia, seperti yang dilakukan Criteo-Perancis, menerakan angka kenaikan transaksi e-commerce global hingga 50 persen.

"Di kawasan Asia Tenggara bahkan mencapai 80 persen dan Indonesia menurut Nielsen 30% dari mereka yang baru pertama kali belanja online mengaku akan kembali melakukan," katanya.

Di sisi lain, pertambahan penjual juga mengalami kenaikan signifikan.

Menurut Priscilia Anis, AVP of Product marketplace Tokopedia, ada pertambahan dua juta penjual baru pada platform mereka hanya dalam kurun waktu tiga bulan, mulai dari sejak pandemi meluas di Indonesia.

Baca: Kemenkop UKM Dorong Sektor Komoditi Pangan Manfaatkan Penjualan E-commerce

“Transaksi semua kategori produk yang ditangani Egogo Hub Indonesia juga melambung. Yang terkecil 20-30% namun hampir sebagian besar melambung di atas 100%, bahkan ada yang hingga 300%,” kata Benny Tanadi, menambahkan.

Melambungnya nilai transaksi tersebut diyakini Benny sebagai dampak langsung kebijakan tetap di rumah, penyekatan wilayah, penutupan toko dan pasar, pembatasan transportasi umum dan ketakutan akan resiko penularan yang disebabkan aktifitas jual beli tatap muka.

Akibatnya, perilaku konsumen berubah.

Mereka yang telah berbelanja online menjadi semakin sering melakukannya dan mereka yang belum pernah, semakin banyak yang mulai melakukannya.

“Sebagai e-commerce enabler, kami biasa menerima permintaan kerjasama dari brand lokal maupun luar negeri, baik skala UMKM maupun yang telah besar. Demikian juga email atau telepon dari orang-orang yang ingin meningkatkan penjualan e-commerce mereka atau yang baru ingin mulai. Sejak pandemi meluas, permintaan dan telepon ini meningkat tajam dan "dapat ditebak", mereka yang kemudian menjadi partner kami berhasil meraih hasil positif dalam waktu sangat cepat.”

Untuk Anda ketahui, e-commerce enabler merupakan perusahaan yang menyediakan berbagai layanan untuk bisnis berbasis e-commerce atau dalam istilah umum, “bisnis online.”

Baca: Tahapan Daftar PPDB DKI Jakarta Online 2020, Akses ppdb.jakarta.go.id, Dibuka Mulai Kamis 11 Juni

Layanan yang diberikan biasanya bersifat A to Z, dari mulai urusan kreatif desain, foto/video produk, sampai pengepakan dan pengiriman barang. Egogo Hub Indonesia atau perusahaan sejenis, adalah solusi bagi siapapun yang ingin berbisnis online namun punya keterbatasan sumber daya, infrastruktur, pengalaman maupun keahlian khusus yang dibutuhkan untuk menjalankannya.

Kembali pada Benny Tanadi, pengusaha muda ini menegaskan bahwa sekarang adalah saat yang tepat bagi semua orang untuk mulai berbisnis online.

Semua usaha dalam berbagai skala.

“Dampak jangka panjang Covid 19 pada ekonomi memang penuh ketidakpastian. Tapi satu hal bisa saya pastikan: pasar terbesar sekarang ada di e-commerce. Apapun produk Anda, calon pembeli terbesar Anda kini ada di sana,” kata Benny.

Senada Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebutkan, bisnis e-commerce meraih cuan saat pandemi corona atau Covid-19.

Rudiantara menjelaskan, nilai transaksi e-commerce pada kuartal I 2019 mencapai 3,3 miliar dolar AS.

Jumlah itu meningkat hampir dua kali lipat pada kuartal I 2020 hingga senilai 7,1 miliar dolar AS.

"Pada kuartal I 2020 itu 7,1 miliar dolar AS. Jadi, ada peningkatan sekira 80 persen dalam waktu satu tahun," ujarnya saat teleconference di Jakarta, Sabtu (16/5/2020).

Baca: Studi Harvard Medical Schoo Ungkap Covid-19 Sudah Menyebar Beberapa Bulan Sebelum Meledak di Wuhan 

Padahal, lanjut Rudiantara, awal munculnya Covid-19 justru ada pada awal tahun ini, kemudian dampaknya terasa setelah Februari dan Maret di Indonesia.

Kendati demikian, nilai transaksi kuartal I sebesar 7,1 miliar dolar AS itu masih lebih sedikit dibanding kuartal sebelumnya.

"Walaupun kuartal I 2020 senilai 7,1 miliar dolar AS itu beda sedikit dibanding kuartal IV 2019 yang 7,4 miliar dolar AS. Namun, memang biasanya begitu, kuartal IV jadi puncak, contohnya Harbolnas," kata Rudiantara.

Dia menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk semakin memeriahkan platform e-commerce.

"Jangan lupa, kalau e-commerce adalah c to c (consumer to consumer) itu UMKM kebanyakan dan pemerintah dalam hal ini Presiden baru meluncur hari Kamis yang lalu bagaimana kita mendorong lebih banyak lagi UMKM offline on boarding ke online. Namun, tidak semua UMKM itu harus online, ada juga kalau yang jualan cabai di pasar tidak harus online," pungkasnya.

Survei Visa 

Sementara survei yang dilakuka  Visa menemukan, banyak konsumen Indonesia yang mencoba eCommerce untuk pertama kalinya dan berniat untuk semakin sering belanja online ke depannya.

Berdasarkan survei, sebanyak 56% responden Indonesia mengatakan mereka kemungkinan besar akan meningkatkan belanja online mereka, jauh lebih tinggi dibandingkan persentase responden global (35%) dan di Asia Pasifik (47%).

Baca: Minta Maaf, Ustaz Abdul Somad Ingat Dosanya kepada Sandiaga Uno : Sampai Hari Ini Masih Teringat

Dalam hal pengalaman berbelanja, 56% responden Indonesia mengatakan bahwa belanja online memberikan pengalaman yang lebih positif dibandingkan dengan belanja tatap muka, sementara hal yang sama diutarakan oleh 46% responden di Asia Pasifik dan 37% responden global.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved