Breaking News:

Virus Corona

Agar Tetap Bertahan Hadapi Pandemi, Startup Harus Adaptif dan Fokus

Bhima Yudhistira menilai pandemi Covid-19 telah berdampak sangat besar kepada hampir seluruh pelaku usaha, termasuk start up.

IST/FB
Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia telah memaksa banyak startup kembali fokus untuk memperkuat bisnis inti. Dampaknya, banyak lini bisnis atau layanan harus dipangkas untuk menjamin bisnis tetap bertahan dalam jangka panjang.

Terlebih, pandemi Covid-19 telah menciptakan banyak ketidakpastian, termasuk di sektor usaha.

Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira menilai pandemi Covid-19 telah berdampak sangat besar kepada hampir seluruh pelaku usaha, termasuk start up yang sedang membangun dan mengembangkan bisnisnya. Karena itu untuk menjamin keberlangsungan bisnis, perusahaan wajib melakukan strategi dengan fokus pada kekuatan atau bisnis intinya.

“Karena [situasi] pandemi ini, saya rasa rasional jika perusahaan melakukan likuidasi atau penutupan layanan yang tidak menguntungkan dengan tujuan efisiensi biaya operasional."

"Bahkan ini momentum yang tepat untuk melakukan reorganisasi model bisnis dengan menentukan sektor usaha mana yang layak dikembangkan lebih lanjut dan mana sektor yang harus ditutup,” ujar Bhima.

Baca: Strategi Talesofbasic Berbisnis Cothing di Tengah Pandemi

Bhima menjelaskan, agar perusahaan melakukan pivot strategy yang memungkinkan startup dapat mengembangkan bisnisnya dengan lebih lincah.

Dia juga menegaskan, dalam situasi ini perusahaan harus jeli dan mampu memahami apa yang menjadi kebutuhan konsumen, sehingga kegiatan bisnis dapat berjalan secara efisien dan optimal.
 

Baca: Pandemi Covid-19 Bikin Harga Mobil Bekas Anjlok, Ini Ragam Pilihan Mobkas Harga Rp 70 Jutaan

“Perubahan strategi perusahaan tentu berdampak ke makroekonomi, namun itu adalah tanggung jawab pemerintah. Justru pemerintah harusnya bertindak bagaimana menghapuskan hambatan-hambatan birokrasi, menurunkan ego sektoral, agar daya beli terpompa naik dan dunia bisnis ini bisa jalan,” tegas Bhima.

Baca: Samsung Rilis Galaxy S20+ BTS Edition, Berikut Spesifikasi dan Daftar Harga HP Samsung Juni 2020

Sementara itu, ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal mengatakan, dalam situasi krisis akibat Pandemi COVID-19 ini perusahaan dituntut untuk menjalankan strategi yang baru dan adaptif agar tetap bertahan

Fithra lalu mencontohkan langkah Airbnb yang memangkas berbagai lini bisnis tambahan yang dikembangkan sebelum pandemi terjadi seperti bisnis transportasi dan studio.

Kini Airbnb kembali fokus ke bisnis utamanya, yaitu sewa apartemen dan rumah. Menurutnya  strategi seperti ini penting bagi perusahaan untuk menyesuaikan dengan keadaan dan perubahan yang terjadi

“Ke depan, pelaku usaha digital harus semakin fleksibel untuk bergerak antar sektor dan memperkuat di lini bisnisnya. Inovasi dan kolaborasi menjadi kuncinya dengan menggandeng adjacent players yang juga memiliki dukungan finansial dan reputasi yang kuat di regional maupun internasional,” pungkasnya.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved