Teknologi Informasi dan Komunikasi Jadi Kebutuhan Sehari-hari Selama Pandemi

Principal Consultant Artemis Hiro Whardana mengatakan sebenarnya tidak ada pihak yang benar-benar siap menghadapi era normal baru. .

net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Teknologi informasi dan komunikasi atau Information and Communication Technology (ICT) menjadi kebutuhan sehari-hari selama pandemi Covid-19.

Kondisi ini terjadi mengikuti shifting yang dialami konsumen dalam upaya memenuhi kebutuhan primernya.

Principal Consultant Artemis Hiro Whardana mengatakan sebenarnya tidak ada pihak yang benar-benar siap menghadapi era normal baru.

Baca: Kasus Baru Covid-19 Meningkat, Praktisi Kesehatan Sarankan Ganjil Genap Tidak Diterapkan Dulu

“Ada shifting pada konsumsi, karena konsumen lebih banyak di rumah. Banyak kebutuhan primer dipenuhi melalui (layanan) online. Konsumen membutuhkan ICT sebagai jembatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya dalam Forum Virtual Series bertajuk Tren Baru ICT di Era New Normal, Jumat (19/6/2020).

Hiro menyatakan terdapat beberapa sektor usaha yang mau atau tidak mau harus melakukan pergeseran dalam praktik bisnisnya. 

Beberapa model bisnis yang mengandalkan teknologi digital alias ICT, contohnya sektor pendidikan, layanan kesehatan, hiburan, olahraga, serta jasa keuangan.

Di bidang layanan kesehatan, menurut Hiro, pemanfaatan teknologi digital seperti telemedicine mungkin tidak hanya berlangsung selama pandemi Covid-19. 

“Kami juga melihat, pada awal-awal (PSBB) terjadi pergeseran traffic internet. Biasanya terfokus di daerah distrik bisnis pada jam-jam kantor, tetapi sekarang pada jam-jam kantor merambah area residensial karena masyarakat kerja dari rumah,” tutur Hiro.

Sementara itu, SVP Pre Sales Lintasarta Gidion Suranta Barus mengutarakan bahwa seiring dengan shifting yang terjadi maka persaingan bisnis di antara perusahaan ICT ikut meningkat. 

Pasalnya, praktik bisnis yang sebelumnya fokus kepada layanan offline saja, lantas ikut mengembangkan online service.

“Jadi, pemain di bidang layanan digital bertambah. Ada yang baru-baru sekarang. Belum lagi pemain dari luar negeri tetap melirik masuk ke Indonesia karena melihat Indonesia memiliki pasar yang potensial. Memang kami prediksi persaingan akan naik,” kata Gidion.

Oleh karena itu, tak perlu heran jika ke depan terjadi peningkatan belanja digital terutama untuk empat komponen, yaitu jaringan, infrastruktur TI, aplikasi, serta layanan keamanan siber.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved