Breaking News:

Toko Digital

Modal Nekat, Jualan Kerupuk Online Baru Dua Bulan Untung Puluhan Juta

Ayub bercerita bagaimana kegigihan membuktikan hal sebaliknya: ia berhasil meraih omzet puluhan juta hanya dengan berdagang kerupuk!

BizzInsight
Flickr/See-ming Lee
Ilustrasi kerupuk. 

TRIBUNNEWS.COM — Di tengah pandemi, tak ada sesuatu yang pasti. Begitu pula nasib pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang mendapat pukulan ekonomi. Maka, modal nekat dan siap gagal bisa jadi pilihan yang masuk akal bagi pelaku UKM.

Setidaknya, penyemangat itulah yang diemban salah satu pelaku UKM asal Palembang, Ayub (37), yang memutuskan untuk berjualan kerupuk secara online.

Orang-orang terdekat Ayub awalnya sangsi dengan prospek berjualan kerupuk Palembang yang dirasa tak mampu menghasilkan pundi besar, apalagi saat pandemi terasa tak berujung. Namun, justru dengan memanfaatkan peluang di tengah pandemilah ia tambeng berjualan kerupuk ikan secara online melalui marketplace.

Kepada Tribunnews via sambungan telepon, Jumat (14/9/2020), Ayub bercerita bagaimana kegigihan membuktikan hal sebaliknya: ia berhasil meraih omzet puluhan juta hanya dengan berdagang kerupuk!

Melakukan semuanya sendiri

Pada hari kedua Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Palembang, Ayub memulai bisnis dengan modal seadanya. 

Ia memilih berjualan kerupuk bukan tanpa alasan. Selain karena peluangnya bagus (siapa sih orang Indonesia yang tidak suka kerupuk?), dengan percaya diri ia yakin bahwa toko kerupuknya lain daripada yang lain.

“Saya memutuskan untuk menjual kerupuk karena peluangnya bagus. Saya sudah cek pasar di toko kerupuk lain, terutama yang online, kerupuk Palembang yang dijual belum terlalu lengkap variannya.  Harganya juga lebih mahal. Saya ingin berjualan kerupuk Palembang dengan varian yang sangat lengkap namun harganya murah,” tutur Ayub kepada Tribunnews.

Lebih jauh, ia mengatakan telah menjual lebih dari 90 varian kerupuk Palembang yang dapat ditemukan di marketplace Tokopedia. Toko online kerupuk itu bernama Pabrik Kerupuk Palembang.

Bisnis online inilah yang dikelola oleh Ayub dengan gigih seorang diri. Ia biasa bangun subuh untuk membeli stok di pabrik‐pabrik kerupuk di seantero kota Palembang, memproses pesanan yang masuk ke akun toko daringnya, packing produk, hingga mengirimnya melalui layanan antar barang. 

“Saya ngerjain semuanya sendiri, dari mulai keliling ke setiap pabrik, catat order, packing, sama ngirim. Jam lima pagi saya harus sudah bangun. Jadi saya usahakan harus tidur cukup, walaupun tiga jam saya harus tidur,” ungkap Ayub yang mengaku selalu menghabiskan lebih dari 15 jam sehari untuk mengurus penjualan kerupuknya.

Dengan gigih dan lincah, setiap pagi ia bangun pagi betul untuk membeli kerupuk langsung di pabrik dengan menggunakan motor. Setiap hari, ia mendatangi lebih dari 10 pabrik untuk mendapatkan stok kerupuk yang beraneka ragam.

“Memang butuh kelincahan jugalah, apalagi kerupuk ada masa kedaluwarsanya. Jadi pagi cepet‐cepet harus bangun, ambil kerupuk ke pabrik. Saya ambil dari lebih 10 pabrik, kalau di Palembang itu kan banyak pabriknya ada puluhan,” cerita Ayub.

pabrik kerupuk palembang 22
Pabrik Kerupuk Palembang.

Omzet menggiurkan dari berjualan kerupuk online

Kerupuk ikan asli Palembang memang selalu punya tempat di hati warga Indonesia. Apalagi jika kini setiap orang bisa membelinya dengan mudah dan praktis lewat gadget. Begitu pun dengan Pabrik Kerupuk Palembang yang hingga tulisan ini dibuat sudah menjual lebih dari 4.900 produk kerupuk.

Selama enam bulan berjualan, Ayub selalu mendapat sekitar 15 hingga 20 pesanan yang masuk ke akun Tokopedianya, dengan total produk kerupuk yang terjual setiap harinya mencapai 60 hingga 200 bungkus!

Buka-bukaan rahasia dapur, Ayub menuturkan dirinya berhasil meraup omzet yang tak main-main. Rata- rata penghasilan kotor bulanannya mencapai Rp2 juta per bulan. Bahkan, baru saja dua bulan berjualan, ia sudah berhasil mengantongi omzet puluhan juta rupiah!

“Pernah saya cek saldo rekening jumlahnya sudah puluhan saja. Namun cepat banget uang itu muternya setiap hari, sebab pesanan banyak sekali masuk setiap hari,” ungkapnya dengan riang.

Marketplace bantu raih hasil fantastis

Pencapaian fantastis ini adalah bukti dari tekad bulat Ayub yang tak sembarangan. Sudah sejak lama ia merencanakan strategi penjualan kerupuknya dengan matang. Termasuk, dengan memutuskan untuk berjualan melalui Tokopedia, marketplace yang dia rasa terbaik untuk menjual produk-produknya.

“Saya sudah pelajari dan riset beberapa toko online, kenapa saya pilih Tokopedia. Karena saya lihat Tokopedia jumlah pengunjungnya tinggi sekali dan memang salah satu marketplace terbesar sekarang,” tambah Ayub.

Hingga September 2020, kerupuk ikan yang dijual di Pabrik Kerupuk Palembang milik Ayub telah menjangkau hampir seluruh Nusantara. Dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi bahkan hingga Indonesia Timur.

“(Pelanggan) di Jawa banyak, hampir tiap hari ada. Kalimantan ada, Sulawesi juga ada. Orderan rutin dan paling jauh sampai sekarang itu dari Nusa tenggara Barat (NTB). Ada juga Bali, Medan, Batam, Boyolali, Surabaya, Padang, pokoknya semua juga ada sampai Indonesia Timur yang terbilang jauh, itu ada juga,” tutur Ayub.

Hingga kini, ia juga berhasil memiliki tiga reseller yang membantunya memasarkan produknya lebih besar lagi. Ketiga reseller tersebut juga menjual produk Pabrik Kerupuk Palembang melalui Tokopedia.

Kembali, ia bersyukur karena telah memasarkan produknya melalui marketplace. Tak pernah terbesit di benaknya bahawa ia dapat memancing pembeli yang bejibun dengan memanfaatkan segala fitur dari Tokopedia.

“Saya awalnya sangat buta soal Tokopedia, apalagi ini pertama kali jualan di marketplace. Tapi saya pelajari semua fitur di Tokopedia semampu saya, saya cek Google dan kadang-kadang nonton YouTube juga. Saya coba semuanya. Saya juga memaksimalkan fitur Iklan Otomatis di Tokopedia, juga pakai fitur Headline,” ucap Ayub.

Modal seadanya telah menghasilkan puluhan hingga ratusan order setiap hari dan omzet puluhan juta. Pada akhirnya, kenekatan Ayub telah membuktikan kepada orang-orang sekitarnya bahwa ia mampu menunaikan hasrat bisnisnya, terlebih lagi, dalam waktu yang singkat!

Penulis: Bardjan/Editor: Dana Delani

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved