Breaking News:

Penanganan Covid

Dirjen IKP Kominfo: Penerapan 3M Harus Jadi Budaya Baru

Prof. Dr. Widodo Muktiyo menegaskan semua aktivitas masyarakat sudah seyogyanya dilakukan dengan penerapan 3M.

TRIBUNNEWS/REYNAS ABDILA
Dirjen IKP Kementerian Kominfo Prof. Dr. Widodo Muktiyo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menekankan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun) seharunya menjadi sebuah budaya baru.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemenkominfo Prof. Dr. Widodo Muktiyo menegaskan semua aktivitas masyarakat sudah seyogyanya dilakukan dengan penerapan 3M.

“Sama seperti memakai masker dan mencuci tangan, patuh jaga jarak harus kita jadikan gaya hidup baru. Ini menjadi tantangan buat kita semua, harus konsisten untuk tidak berkumpul atau berkerumun,” ujar Widodo dalam keterangan Kamis (1/10/2020).

Disiplin jaga jarak, lanjut Widodo dapat menekan angka penularan Covid-19.

Baca: KPU Tak Bisa Diskualifikasi Paslon Pilkada Pelanggar Protokol Kesehatan

Budaya masyarakat Indonesia yang juga sudah naluri manusia sebagai mahluk sosial adalah gemar berkumpul, sehingga sosialisasi dan kampanye jaga jarak memiliki tantangan tersendiri.

Dibutuhkan upaya lebih dari pemerintah untuk mengajak masyarakat berdisiplin diri.

Baca: Komisi II DPR: Terapkan Disiplin Protokol Kesehatan Agar Pilkada Sukses

Sementara, pemerhati kesehatan dr. Lula Kamal, M.Sc. mengatakan masker dan jaga jarak itu sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Menurutnya, sampai saat ini 3M cara yang paling ampuh mencegah penularan langsung Covid-19 antar manusia melalui droplet yang keluar saat batuk, bersin dan bicara.

Jika disiplin melakukan jaga jarak, maka kita dapat meminimalisir resiko terkena droplet yang keluar dari orang yang terjangkit Covid-19.

“Kita harus melandaikan kurva, meskipun Covid-19 belum bisa dihilangkan sepenuhnya. Kita berharap siapapun yang OTG harus disiplin pakai masker dan tidak berkumpul. Jika tidak dalam kerumunan, dia (OTG) tidak akan menularkan,” kata Lula.

Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M.

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan agar masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia.

Makanya, pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat untuk bersama melawan Covid-19.

Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved