Breaking News:

12 Ribu Desa Belum Terkoneksi Internet

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kebutuhan ntuk membangun infrastruktur ICT menjadi penting karena

Serambinews.com
Ilustrasi: Mahasiswa Simeulue melakukan kuliah online dengan memanjat pohon lantaran susahnya mendapatkan jaringan internet, foto direkam di Kecamatan Alafan belum lama ini. 12 desa di Indonesia belum terjamah internet.(Serambinews.com) 

"E-Commerce lakukan pelatihan untuk pengelolaan produk serta investasi alat produksi. Misalnya, Aruna pada Perikanan, Argopantes pada buah-buahan dan Bio pada tanaman organik. Ini Sudah berjalan cukup dan beri nilai tambah yang luar biasa," ujar Politisi PKB ini.

3. Digitalisasi untuk percepat layanan Pemerintahan Desa kepada warga desa agar
terjadi kemudahan dalam pelayanan publik di desa. 4. Digitalisasi untuk peningkatan
transparansi keuangan dan kegiatan pembangunan desa. Arah pengelolaan keuangan
menuju ke cashless.

"Permasalahan yang dihadapi saat ini masih banyak desa yang belum miliki
sambungan internet. Data Kemendes PDTT ada 11.231 desa belum ada sinyal internet.
Kita berharap nantinya semua desa di Indonesia miliki sinyal internet,"ujarnya.

Kondisi Geografis

Pengamat Telekomunikasi Doni Ismanto menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait 12 ribu desa yang belum terjamah koneksi internet di masa pandemi
Covid-19.

"Kenyataannya memang begitu, dan umumnya desa-desa yang berada di
wilayah 3T (completly blank spot). Data dari BAKTI menyebutkan selama dua tahun ke
depan akan membangun sekitar 7900-an BTS di daerah 3T artinya desa-desa yang tak
tersentuh itu berada di 3T," kata Doni.

Menurut dia, kendala yang dihadapi adalah kondisi geografis di mana bukan hal mudah membangun jaringan infrastruktur.

"Misalnya backbone palapa ring, tetapi untuk menarik kabel dari NOC ke titik akhir pelanggan kan tak mudah. Mau diatasi dengan selular, tetap harus bangun transmisi dan BTS. Itu bukan pekerjaan mudah, apalagi di
kawasan Timur Indonesia,"paparnya.

Founder IndoTelko Forum itu menyampaikan solusi adalah menggunakan backbone
satelit, tetapi nanti harga agak mahal di pelanggan.

"Biasanya di sini BAKTI masuk dengan skema BTS Sinyal yang akan dimulai proyeknya tahun ini," tutur Doni.

Lebih jauh dia menuturkan kondisi jaringan internet sulit nyatanya bukan hanya di desa saja, di kota besar saja kualitas layanan kembang kempis. Menurutnya, ini harus
dipikirkan pemerintah bagi operator soal insentif membangun jaringan, misal dengan
keringanan regulatory charges dan pajak.(Tribun Network/nas/van/wly)

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved