Breaking News:

Facebook Kurangi Distribusi Konten Militer Myanmar karena Dinilai Ekspos Informasi Palsu

Menurut Facebook, militer Myanmar terus menyebarkan informasi yang salah setelah tentara melakukan kudeta dan menahan pemimpin sipil pada 1 Februari

STR/AFP
Sebuah kendaraan polisi menembakkan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa selama demonstrasi menentang kudeta militer di Naypyidaw pada 8 Februari 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Facebook menyatakan akan mengurangi distribusi semua konten dan profil yang dijalankan oleh militer Myanmar.

Menurut Facebook, militer Myanmar terus menyebarkan informasi yang salah setelah tentara melakukan kudeta dan menahan para pemimpin sipil pada 1 Februari.

Tindakan tersebut yang ditujukan untuk mengurangi jumlah orang yang melihat konten tersebut akan diterapkan pada halaman resmi yang dijalankan oleh tentara.

Halaman ini juga tidak akan muncul di newsfeeds sebagai konten yang direkomendasikan.

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi kepada Junta Myanmar, Bidik 10 Petinggi Militer

Raksasa media sosial itu mengatakan, pihaknya juga telah menangguhkan kemampuan lembaga pemerintah Myanmar untuk mengirim permintaan penghapusan konten ke Facebook melalui saluran normal yang digunakan oleh pihak berwenang di seluruh dunia.

Baca juga: Australia Bakal Tanpa Google dan Facebook

“Secara bersamaan, kami melindungi konten, termasuk pidato politik, yang memungkinkan rakyat Myanmar untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan kepada dunia apa yang terjadi di dalam negara mereka,” kata Rafael Frankel, direktur kebijakan publik, negara berkembang APAC.

Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Terus sebarkan informasi palsu, Facebook kurangi distribusi konten militer Myanmar

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved