Breaking News:

Bayarind Jadi Solusi Ekosistem Pembayaran Digital Indonesia

Setyo menyampaikan bahwa Bayarind terus fokus pada visi yang dituju untuk jadi ekosistem pembayaran digital terbesar di Indonesia.

IST
PT Sprint Asia Technology menghadirkan produk financial technology (fintech) baru yang diberi nama “Bayarind” dan “Pasarind”. Keduanya dirancang sebagai gerbang transaksi terintegrasi yang dirancang masing-masing untuk konsumen (Bayarind) dan pemilik bisnis (Pasarind) via smartphone. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seiring pandemi Covid-19 yang masih terus dihadapi secara global, dunia digital juga terus berkembang dan menghadirkan berbagai kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Berbagai sektor di Indonesia, termasuk perekonomian pun berusaha untuk terus beradaptasi memadukan teknologi digital dengan berbagai kebutuhan masyarakat di masa pandemi, salah satunya melalui sebuah ekosistem pembayaran digital, Bayarind.

“Bayarind adalah ekosistem pembayaran di mana di dalamnya terdapat layanan payment gateway, e-wallet, dan Point of Sales (POS) system,” ujar CEO PT Sprint Asia Technology Setyo Harsoyo yang menaungi Bayarind di Jakarta belum lama ini.

Setelah tiga tahun beroperasi, Setyo menyampaikan bahwa Bayarind terus fokus pada visi yang dituju untuk jadi ekosistem pembayaran digital terbesar di Indonesia.

Dalam rangka memperkaya kehidupan semua orang dalam ekosistem tersebut, Bayarind menyediakan layanan transaksi yang aman, bersahabat dan mudah kapanpun serta dimanapun.

Menurut Setyo, Bayarind membantu dan memfasilitasi bisnis dan masyarakat untuk beroperasi dan tumbuh dengan menyediakan ekosistem pembayaran yang paling sehat dan dapat disesuaikan untuk transaksi digital.

“Hal ini dilakukan dengan mendukung sistem keuangan melalui teknologi, kemudian fokus pada penyelesaian masalah dan solusi, serta secara aktif memberikan inovasi produk baru dan menyempurnakan fitur-fitur yang ada,” katanya.

Keunggulan Bayarind dibandingkan layanan sejenis terdapat pada 30 payment channel yang dapat terkoneksi dengan satu kali integrasi serta e-wallet yang memudahkan user melakukan penyimpanan instrumen kartu dan satu-satunya e-wallet di Indonesia yang terintegrasi dengan e-commerce yang sudah terkoneksi dari merchant hingga pembeli dan terintegrasi dengan logistik yang ada,” ucap Setyo menjelaskan.

Sejak pertama kali berdiri pada 18 Februari 2018, sudah banyak pencapaian yang diraih oleh Bayarind.

Halaman
12
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved