Breaking News:

Gara-gara Nggak Bisa Main Twitter dan Facebook Lagi, Donald Trump Bikin Aplikasi Medsos Sendiri

Donald Trump dikabarkan akan meluncurkan platform media sosial baru agar dirinya dapat kembali ke dunia maya.

JOE RAEDLE via AFP
Mantan Presiden AS Donald Trump. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dilarang menggunakan media sosial Facebook dan Twitter karena postingan yang dinilai berbau provokasi.

Imbas dari pelarangan ini, Donald Trump dikabarkan akan meluncurkan platform media sosial baru agar dirinya dapat kembali ke dunia maya.

Mengutip dari laman situs CNET pada Selasa (23/3/2021), juru bicara kampanye Donald Trump yaitu Jason Miller mengatakan dalam waktu tiga bulan mendatang platform ini akan tersebut.

Menurutnya, kehadiran platform baru yang digagas oleh Donald Trump ini akan menarik banyak pengguna baru yang dinilai mampu mengubah tatanan media sosial.

Meski begitu, Miller tidak menjelaskan platform media sosial seperti apa yang akan diluncurkan Donald Trump untuk menyaingi Facebook dan Twitter.

Baca juga: Twit Pertama CEO Twitter Jack Dorsey Terjual Seharga Rp 41 Miliar, Hasil Lelang Disumbangkan

Sebagai informasi, Donald Trump memang terkesan diusir dari penggunaan Facebook dan Twitter pada Januari 2021 lalu. Hal ini karena pihak Facebook dan Twitter mengangga cuitan ataupun postingannya di media sosial tersebut terindikasi provokasi.

Baca juga: Bos WhatsApp Blak-blakan Lebih Pilih Ponsel Android Ketimbang iPhone, Apa Alasannya?

Kedua platform tersebut pun memblokir akun Donald Trump, saat adanya kisruh pendukung Trump yang mendatangi gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021 untuk menghentikan proses pengesahan Presiden AS saat ini yaitu Joe Biden.

Parahnya lagi, beberapa waktu lalu Chief Financial Officer Twitter Ned Segal mengatakan Trump tidak diizinkan kembali ke platformnya meski mengajukan diri sebagai calon presiden.

Menurut Segal, kebijakan Twitter dirancang untuk memastikan bahwa orang-orang tidak memicu kekerasan dan jika siapapun melakukan itu akan dilakukan pemblokiran layanan dan tidak izinkan kembali.    

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved