Breaking News:

Tembus Rp52,5 Juta, Harga Ethereum Disebut Berpotensi Meningkat Lagi

Total kapitalisasi pasar decentralized finance (DeFi) telah mencapai 100 miliar dolar AS

Istimewa
Oscar Darmawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga aset kripto Ethereum mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah Rp52,5 juta pada Selasa (4/5/2021), dan dinilai memiliki potensi untuk meningkat lagi. 

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, para developer telah menyambut jaringan Ethereum yang baru, di mana sedang dalam upgrade ke Ethereum 2.0 untuk menyelesaikan permasalahan yang selama ini terjadi di jaringan Ethereum.

Terutama para developer blockchain, khususnya decentralized finance yang siap menyambut upgrade Ethereum. 

Belakangan ini, total kapitalisasi pasar decentralized finance (DeFi) telah mencapai 100 miliar dolar AS. 

Baca juga: Ini Penyebab Harga Ethereum Tembus Rp 40 Juta

“Ethereum merupakan kripto yang memiliki jaringan untuk melahirkan kripto baru, seperti decentralized finance (DeFi). Para developer DeFi siap menyambut perubahan jaringan Ethereum yang lebih cepat dan lebih murah,” kata Oscar dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Ia menyebut, dalam upgrade Ethereum sudah memberitahukan mengenai peta jalan proof of staking, termasuk dengan fitur sharding, fitur yang lama sudah ditunggu. 

Sharding akan memperluas kapasitas Ethereum untuk memproses transaksi dengan membagi database menjadi 64 blockchain mini baru, sehinga inilah yang akan mengatasi kemacetan di jaringan blockchain.

“Upgrade Ethereum 2.0 merupakan upgrade yang membuat Ethereum jauh lebih baik. Para developer dan investor sudah siap menyambut evolusi dari Ethereum,” jelasnya. 

Kenaikan harga Ethereum juga terjadi karena banyaknya penggunaan sistem pelelangan non fungible token (NFT) yang memudahkan para pekerja seni seperti animator, fotografer dan bahkan pencipta teknologi seperti developer bisa menjual karyanya secara lelang. 

NFT banyak menggunakan jaringan blockchain Ethereum dan pembayaran lelangnya juga menggunakan token tersebut.

"Ethereum adalah wadah bagi DeFi dan NFT. Keduanya sedang hype. Makanya, harga Ethereum sedang meningkat,” ucapnya. 

“Tahun-tahun lalu, kita tidak pernah mendengar DeFi dan NFT. Tapi, mereka hadir dan marak digunakan, jika ada ekosistem baru, Ethereum siap menyambutnya dan harganya juga akan semakin meningkat,” kata Oscar.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved