Breaking News:

Pengguna iPhone di China Disebut dari Kalangan Menengah ke Bawah, Lebh Mewah Merek Ini

Lembaga riset MobData, menemukan sebuah fakta, pengguna produk Apple yaitu iPhone di negara China, mayoritas berasal dari kalangan "invisible poor.

Penulis: Hari Darmawan
cnet.com
Pengguna iPhone di China Disebut dari Kalangan Menengah ke Bawah, Lebh Mewah Merek Ini 

Hal ini berbanding terbalik dengan pemilik merek ponsel lain, misalnya Huawei atau Xiaomi.

Ilustrasi Huawei. Produk smartphone asal China ini mulai mendapat hambatan berupa larangan masuk ke AS dan sejumlah negara di Eropa, namun China mengancam akan membalas dengan pelarangan serupa terhadap smartphone merk Nokia dan Ericsson.
Ilustrasi Huawei. Produk smartphone asal China ini mulai mendapat hambatan berupa larangan masuk ke AS dan sejumlah negara di Eropa, namun China mengancam akan membalas dengan pelarangan serupa terhadap smartphone merk Nokia dan Ericsson. (Istimewa/Kompas.com)

Menurut hasil penelitian tersebut, pengguna dua ponsel produksi China itu cenderung berasal dari kalangan berada.

Pengguna dua merek ponsel ini berasal dari kalangan laki-laki menikah dengan rentang usia 25-34 tahun.

Mereka mengenyam pendidikan diploma atau sarjana dan memiliki pendapatan antara 5.000-20.000 Yuan atau Rp 10,5 juta hingga Rp 42,2 juta.

Kemudian para pengguna Xiaomi dan Huawei rata-rata sudah memiliki rumah tinggal dan mobil pribadi. Kemudian yang lebih mengejutkan lagi bahwa kalangan pengguna smartphone Oppo dan Vivo di China rata-rata berpenghasilan 3.000-10.000 Yuan atau Rp 6,3 juta hingga Rp 21 juta.

Hal ini tentunya mengubah pandangan mengenai Apple di beberapa negara, di Indonesia sendiri iPhone atau produk Apple lainnya masih dinilai sebagai produk yang sangat berkelas.

Tak heran Apple sering sekali disandingkan kepada kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan tinggi, dan juga disebut orang yang berintelektual serta mengerti kualitas.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved