Menuju Global Digital Ecosystem Enabler, Laba Telin Meroket 346 Persen

aba Telin di tahun buku 2020 meroket sebesar 346 persen menjadi Rp 834,44 miliar pada tahun 2020 dari Rp 187,03 miliar pada tahun 2019.

Editor: Choirul Arifin
Telkom Indonesia
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang menjalankan bisnis telekomunikasi di luar negeri, membukukan kinerja yang solid selama 2020 dengan membukukan pendapatan
usaha sebesar Rp 9,62 triliun, tumbuh 28 persen dari Rp7,51 triliun pada tahun sebelumnya.

Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan bisnis digital, jasa voice,
serta jasa jaringan data.

Laba Telin di tahun buku 2020 meroket sebesar 346 persen menjadi Rp 834,44 miliar pada tahun 2020 dari Rp 187,03 miliar pada tahun 2019.

Lonjakan laba ini seiring dengan tumbuhnya pendapatan Telin tahun 2020 dan merupakan capaian terbesar dalam perjalanan bisnis Telin.

"Pertumbuhan ini Telin peroleh dari pertumbuhan net income yang signifikan dari bisnis digital retail, data center, enterprise, data digital connectivity, dan wholesale international digital business," ungkap Sukardi Silalahi, CEO Telin, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Telkomsel Kembangkan Jaringan VoLTE Broadband di 230 Kabupaten/Kota

Sukardi menjelaskan, pencapaian kinerja Telin dari bisnis internasional diantaranya meliputi layanan Data Center di Singapura dan Hong Kong, digital retail di HK, Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste, serta data dari international digital connectivity yang berkembang pesat saat ini.

Baca juga: Layanan Telkom di Jayapura Kembali Pulih, Warga Sudah Bisa Akses Telepon dan Internet

Sukardi menambahkan, di tengah kondisi pandemi Covid-19, kami menangkap peluang tingginya demand penggunaan bandwidth dari US, Eropa, Asia ke Indonesia dan sebaiknya yang disebabkan oleh meningkatnya pemanfaatan teknologi digital terkait dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

PSBB mendorong aktivitas bekerja dan sekolah beralih ke rumah (Work From Home dan
School From Home) serta penggunaan e-commerce yang tinggi.

"Kondisi tersebut membangun digital ekosistem yang secara langsung atau tidak langsung sudah dan akan menjadi kebiasaan digital lifestyle yang akan memengaruhi pola kehidupan interaksi antar manusia," lanjut Sukardi.

Sukardi menyebutkan, teknologi digital telah memasuki seluruh aspek kehidupan
masyarakat yang semakin dimudahkan dan akselerasi teknologi digital berlangsung cepat di masa pandemi ini.

Menyikapi hal tersebut, Telin memanfaatkan momentum yang terjadi untuk mengakselarasi kemajuan ekosistem digital melalui keragaman inovasi yang ditawarkan tidak hanya kepada end user namun juga digital enterprise.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved