Breaking News:

ASTI: Ketersediaan Serat Optik Dibutuhkan untuk Optimalkan Teknologi 5G

layanan 5G yang ideal berada di frekuensi 3,5 giga herzt (gH) dan aat ini operator menggunakan frekuensi yang ada, jadi ada yang menggunakan 2,3 gH.

dok.
Lima keunggulan teknologi 5G 

Selain itu, dalam menerapkan teknologi 5g, operator lain selain Telkomsel juga perlu diberi equal treatment.

"Jadi kalaupun mereka menggunakan frekuansi yang ada, yakni 1.800 dan 2.100 dengan DSS, saya yakin pemerintah akan mendorong Uji Laik Operasi (ULO) segera diperoleh operator. Salah satu operator yang sudah mengajukan DSS adalah Indosat.

Saat ini, lanjut Marwan, masyarakat akan diperkenalkan 5G dengan frekuensi yang ada. Paling tidak masyarakat bisa merasakan 5G terlebih dulu karena masih adanya sejumlah kendala dan tantangan bagi para operator dalam penyediaan teknologi 5G.

Kendala dan tantangan yang dimaksud adalah, pertama, jelas Spektrum. Kedua fiber optic yang belum sepenuhnya terintegrasi.

"Jadi, fiber optic perlu merata. Apalagi, dalam menggelar fiber optic tentunya operator itu sewa pada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat. Harapannya tentu mendapatkan harga yang affordable sebagaimana diamanatkan dalam UU Omnibuslaw," ujarnya.

"Sekarang bagaimana kita memastikan tools dari UU itu terimplementasikan sampai ke daerah. Karena, jangan dilupakan bahwa di Indonesia ini cukup banyak pemerintah daerah, yang mungkin saja tata cara mengimplementasikan UU itu juga berbeda. Ini tentunya menjadi kendala yang harus dihadapi," tutur Marwan.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved