Breaking News:

4 Macam Software Akuntansi Indonesia Paling Umum Digunakan

Saat ini perangkat berbasis cloud telah menjadi pilihan pertama orang-orang untuk mengurus akuntansi. 

Shutterstock
Manfaat software akuntansi/accounting software bagi keuangan bisnis Anda. 

TRIBUN-VIDEO.COM - Para vendor software akuntansi Indonesia terus berkembang mengikuti tren teknologi. Saat ini perangkat berbasis cloud telah menjadi pilihan pertama orang-orang untuk mengurus akuntansi

Kendati demikian bukan berarti, software desktop tradisional sudah tergantikan sepenuhnya. Pasalnya, masih banyak bisnis dan perusahaan yang enggan beralih ke software akuntansi online. 

Pertanyaannya, jenis aplikasi mana yang saat ini paling relevan untuk mengelola bisnis?

Mengenal Jenis Software Akuntansi Indonesia

Yang Anda perlu tahu, selain cloud ternyata ada beberapa macam software akuntansi Indonesia yang juga umum digunakan. 

Apa saja macam-macamnya? Simak penjelasan dan contohnya berikut ini:

1. Software Akuntansi Basis Data

Ini adalah jenis aplikasi akuntansi yang umumnya cuma dipakai oleh perusahaan besar seperti bank. Maklum, akuntansi berbasis data (database) membutuhkan sumber daya yang besar.

Selain itu ongkosnya sudah pasti sangat mahal. Belum lagi perlu seorang teknisi untuk mengoperasikan serta merawatnya. Akan tetapi semua itu akan sebanding dengan apa yang bisa dilakukan oleh aplikasinya.

Dengan jaringan yang sangat besar, Anda bisa menjalankan berbagai tugas akuntansi rumit sekalipun.

Contoh software:

  • SAP
  • Oracle

2. Software Akuntansi Offline/Desktop

Cara menggunakan software akuntansi ini adalah dengan menginstalnya dulu di komputer desktop. Ada aplikasi yang tetap bisa berjalan tanpa internet, ada pula yang sudah terkoneksi dengan server.

Pengguna software akuntansi ini umumnya adalah bisnis-bisnis kecil hingga menengah. Jika Anda seorang akuntan pasti juga akan lebih familier dan mudah beradaptasi. 

Kelemahannya adalah harga lisensi aplikasi desktop ini cukup mahal dan cuma berlaku untuk satu perangkat saja. Jadi jika komputer rusak, berarti Anda harus membeli lisensi lagi.

Contoh software

  • Microsoft Office Accounting Express
  • QuickBooks Desktop
  • Odoo
  • 3. Software Akuntansi Online/Cloud

Software akuntansi dengan sistem cloud artinya bisa diakses secara online. Aksesibilitasnya paling menguntungkan di antara jenis-jenis yang lain.

Anda tidak perlu terfokus pada satu komputer saja. Dasbor bisa diakses dari manapun dengan kredensial login tanpa harus menginstal dulu.

Beberapa software menawarkan akses mobile lewat aplikasi seluler. Itu artinya Anda tetap bisa mengakses data-data penting di ponsel dari manapun dan kapanpun.

Kelemahan software jenis ini adalah harus selalu ada koneksi internet yang stabil. Kalaupun tidak ada, biasanya software akan melakukan sinkronisasi data ketika perangkat sudah kembali online.

Di sisi lain, keuntungannya cukup banyak, antara lain biaya operasional lebih murah, mudah diakses dan integrasi terbuka lebar.

Contoh software: 

  • Jurnal
  • Xero
  • QuickBooks Online
  • Wave
  • FreshBooks

4. Software Akuntansi Custom

Di luar sana banyak pengembang menawarkan jasa pembuatan software akuntansi custom. Ini bisa jadi merupakan gabungan dari semua jenis software sebelumnya. 

Beberapa produk populer sebenarnya ada juga yang menawarkan fitur bebas kustomisasi. 

Hal ini bertujuan supaya software tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Fitur tidak penting akan dibuang sehingga jalannya lebih ringan.

Tetapi jika Anda mengembangkan perangkat lunak sendiri, waspadai berbagai faktor risikonya. Untuk kebutuhan bisnis, aplikasi custom sangat rentan dari sisi keamanannya dan seringkali tidak stabil.

Contoh software:

  • MYOB
  • QuickBooks

Memilih Jenis Software yang Cocok untuk Anda

Barusan adalah perbedaan jenis-jenis perangkat lunak akuntansi yang paling umum digunakan di Indonesia. Seperti bisa dilihat, masing-masing software memiliki nilai plus minus.

Untuk menemukan software akuntansi Indonesia terbaik artinya Anda harus mempertimbangkan banyak hal. Coba pikirkan soal biaya, skalabilitas, kemudahan penggunaan, dan fitur akuntansinya. Jangan lewatkan juga yang terpenting, yaitu sesuai kebutuhan.(*)

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved