Breaking News:

Semangat Inovasi

Brand Skincare Asal Ubud Ini Untung 2 Kali Lipat saat PPKM! Apa Rahasianya?

Dalam beberapa tahun belakangan ini, tren skincare berbahan alami kian digemari perempuan Indonesia

BizzInsight
iStock
Ilustrasi menggunakan skincare. 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam beberapa tahun belakangan ini, tren skincare berbahan alami kian digemari perempuan Indonesia. Pasalnya selain membuat kulit sehat dan menawan, serta aman digunakan, tren perawatan kulit satu ini juga menawarkan banyak sekali manfaat.

Bagi lingkungan misalnya, menggunakan produk berbahan alami dipercaya lebih ramah lingkungan karena menghasilkan lebih sedikit limbah, mudah terurai, dan dapat dimanfaatkan kembali. Hingga kini, tidak sedikit pelaku usaha yang berkecimpung di dunia skincare alami kerap memiliki misi mulia, yakni berusaha membuat bumi jadi tempat yang lebih baik dengan memilih bahan-bahan yang tak merusak ekosistem.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk merawat lingkungan juga semakin tinggi. Para penggiat usaha skincare alami tak hanya sekadar menjajakan produk. Mereka tak hanya ingin memberi perawatan kulit terbaik dengan bahan yang aman dari alam, tetapi juga ingin memberi lebih kepada lingkungan dan masyarakat.

Salah satu perusahaan skincare dengan misi mulia itu adalah Utama Spice, brand lokal asal Ubud, Bali.

Di tengah pandemi, Utama Spice tetap tak henti menyebarkan nilai-nilai positif meski harus bergulat dengan pukulan ekonomi. Tribunnews berkesempatan mewawancarai Ria Templer, co-founder Utama Spice, Rabu (28/7/2021) lalu.

Ria yang merupakan anak dari Melanie Templer, Founder dari Utama Spice, membagikan kisah perjalanan Utama Spice yang dimulai dari usaha rumahan, hingga bagaimana membawa penjualan skincare-nya melesat naik di tengah gempuran pandemi.

Berdayakan perempuan dan tetap peduli lingkungan

Sebagai co-founder, Ria memang telah mempertimbangkan semua aspek demi menciptakan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memberikan added value untuk memberi dampak baik bagi lingkungan.

Ria mengungkapkan, perjalanan awal Utama Spice dibangun oleh sang ibu yang jatuh cinta dengan alam Bali sekaligus menekuni pengetahuan herbal serta rempah-rempah yang ada di Indonesia. 

Bersama dengan mitranya, Dayu Suci, yang memiliki pengetahuan lebih mendalam tentang tradisi pengobatan khas Bali, sang ibu meracik dan bereksperimen di dapur untuk membuat berbagai produk untuk merawat kulit menggunakan bahan-bahan alami.

“Pada saat ibu saya memulai Utama Spice, beliau mau membuat perusahaan yang  tidak hanya sekedar menghasilkan keuntungan, tetapi juga  memiliki value yang kuat  agar bisa berdampak bagi masyarakat. Dari sana, ibu saya ingin support komunitas wanita di Bali. Jadi, ibu saya membuka peluang kerja untuk wanita yang ada di desa kita,” ungkap Ria.

Misi sang ibu untuk membuka peluang kerja bagi perempuan pun terbukti: 90% pekerja di Utama Spice adalah perempuan yang kebanyakan dari mereka merupakan tulang punggung keluarga. 

Di samping pemberdayaan perempuan, Utama Spice juga menjunjung prinsipnya untuk memilih bahan-bahan yang ramah lingkungan. Sebisa mungkin, ia menggunakan bahan baku yang tidak merusak ekosistem.

“Jadi pada saat kami beli bahan baku, kami usahakan untuk membeli bahan baku yang bisa ditanam ulang. Termasuk untuk minyak kelapa, di mana kita juga invest di perusahaan minyak kelapa yang membuat sustainable coconut oil minyak kelapa yang kami gunakan itu tidak merusak lingkungan,” jelas Ria.

Sebagai contoh, Utama Spice juga turut menggandeng petani setempat untuk menanam bahan baku essential oil yang juga merupakan bahan utama dari produk Utama Spice. Setelah penyulingan bahan, sisa airnya dapat kembali dimanfaatkan sebagai pestisida alami.

Fokus jualan di marketplace, ‘lompatan besar’ di masa pandemi

Di tengah hantaman pandemi yang memukul telak berbagai sektor usaha, Utama Spice juga turut merasakan dampaknya. Penjualan produk skincare yang dimilikinya sempat turun drastis hampir 80%.

Terlebih, banyak fasilitas spa di Bali yang juga harus tutup karena pandemi. Sebelumnya, produk Utama Spice disuplai ke lebih dari 100 fasilitas spa dan hotel. Belakangan, hanya ke 30 fasilitas spa saja.

Meski demikian, Ria tidak tinggal diam. Ia akhirnya melirik peluang untuk bisa lebih mengembangkan penjualan Utama Spice dengan memanfaatkan media sosial dan juga marketplace. Menurut Ria, media sosial dan Tokopedia sangat membantu mendongkrak penjualannya. 

Lewat Tokopedia, Ria merasakan berbagai manfaat terhadap penjualan produk Utama Spice. Bahkan omzet Utama Spice saat ini bisa mencapai sekitar Rp50-Rp100 juta lebih per bulan di mana lebih dari 50% berasal dari penjualan di Tokopedia saja! “Saya melihat Tokopedia sangat tepercaya. Jadi, konsumen juga lebih  percaya jika kita menggunakan Tokopedia. Selain itu, return investment dari  TopAds yang kita lakukan juga jauh lebih tinggi daripada di marketplace lain atau di social media,” ungkap Ria.

Bahkan, meskipun Utama Spice memiliki kanal penjualan lainnya seperti di media sosial, pelanggan Utama Spice tetap memilih untuk membeli melalui Tokopedia karena fasilitas pembayarannya yang lebih  mudah.

Selain fitur TopAds, untuk mendorong penjualan Utama Spice di Tokopedia, Ria juga memanfaatkan fitur Bebas Ongkir dan Broadcast Chat. Ia mengaku, setelah mengirimkan broadcast chat kepada konsumen di Tokopedia, produk yang diinformasikan selalu mengalami peningkatan penjualan, bahkan sampai 5 kali lipat.

Dengan menggenjot penjualan online di Tokopedia, penjualan Utama Spice tahun ini sudah lebih meningkat daripada tahun lalu, bahkan naik 2 kali lipat saat PPKM.

Utama Spice membuktikan bahwa ketepatan membaca tren di masyarakat, dipadukan dengan digitalisasi penjualan, adalah resep sukses suatu bisnis untuk bisa survive, bahkan naik kelas di tengah pandemi.

Beri pelayanan terbaik kunci jaga performa toko

Salah satu kendala melakukan penjualan produk skincare secara online ialah konsumen tidak bisa mencoba, mencium, dan mengetahui bagaimana tekstur dan aroma dari produk. Maka dari itu, Ria pun tak jarang mengirimkan free sample kepada konsumen saat mereka berbelanja.

Hal ini dilakukannya sebagai upaya untuk tetap bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen meskipun transaksi dilakukan secara online melalui marketplace

Utama Spice di Tokopedia

Memberi pelayanan terbaik selalu ada dalam to-do list harian Utama Spice, termasuk untuk performa toko di Tokopedia. Alhasil, lebih dari 15 ribu produk telah laris manis di Tokopedia.

“Kita coba memberikan service terbaik kepada pelanggan, jadi kita harus ada satu orang yang stand by untuk membalas chat, untuk mengurus order itu keluar on time, memastikan setiap order yang dikirim tidak ada kesalahan atau kita kirim sesuai dengan pesanan customer,” jelas Ria.

Ria memahami, dengan memberikan pelayanan yang terbaik, tentu pelanggan akan senang dan memberikan penilaian yang baik.

“Jadi aku juga bersyukur karena Tokopedia menyediakan keleluasaan bagi pelanggan untuk bisa memberikan feedback kepada suatu toko atas pelayanan yang diberikan, sehingga orang lain bisa mengenal produk kita dengan lebih baik,” papar Ria.

Besar harapan Ria untuk bisa terus mengembangkan usaha yang dibangun oleh sang ibunda menjadi jauh lebih besar serta membawa dampak positif bagi lingkungan.

Meskipun sudah melayani pengiriman hingga ke Timika, Papua, dan Batam melalui Tokopedia, Ria tetap memiliki mimpi besar untuk melanjutkan misi mulianya.

Sebab, bagi Ria, eksistensi Utama Spice di kancah skincare tanah air tak hanya sekadar menggaet profit. Lebih luhur dari itu, ia akan terus mewujudkan mimpinya untuk tetap bisa merawat alam; membuat bumi jadi tempat yang lebih baik.

“Aku mau membuktikan kalau kita bisa berjuang untuk bumi dan tetap membuat suatu profit. Jadi, tidak harus menghancurkan bumi untuk mendapatkan bahan-bahan tapi kita bisa membantu untuk menyehatkan bumi,” tutup Ria.

Penulis: Nurfina Fitri Melina/Editor: Bardjan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved