Breaking News:

Teknologi Machine Learning Amankan Transaksi Pembayaran Online di Platform PLDT dan Smart

pelanggan PLDT dan Smart dapat menikmati transaksi pembayaran online yang lebih aman, terjamin, dan lebih lancar

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Sanusi
ist
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PLDT, Inc. perusahaan telekomunikasi terintegrasi terbesar di Filipina, dan unit usaha nirkabelnya Smart Communications, Inc. (Smart) mengumumkan penggunaan solusi anti-fraud Vesta untuk meningkatkan perlindungan transaksi online di seluruh platform digital.

Vesta platform yang menjamin transaksi jual-beli online, dan solusi anti-fraud yang disediakan PayMaya Philippines (PayMaya), unit bisnis fintech dari PLDT Voyager Innovations, untuk ditawarkan kepada klien.

PayMaya memfasilitasi sistem pembayaran untuk saluran digital PLDT dan Smart. PayMaya adalah satu-satunya perusahaan platform layanan keuangan digital end-to-end di Filipina dengan bisnis sistem pembayaran terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat.

Baca juga: PPMI Didorong Kembangkan Potensi Melalui Teknologi Digital 

Melalui inisiatif ini, pelanggan PLDT dan Smart dapat menikmati transaksi pembayaran online yang lebih aman, terjamin, dan lebih lancar menggunakan solusi penerimaan pembayaran PayMaya, yang disertai sistem anti-fraud Vesta.

Vesta memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri telekomunikasi global dan telah bekerja sama dengan merek telekomunikasi terkemuka di seluruh dunia.

Baca juga: Mau Investasi Reksa Dana Sekarang Bisa Pakai GoPay, Cukup Pakai GoInvestasi, Simak Caranya

Platform pengambilan keputusan real-time Vesta menyediakan teknologi analitik dan otentikasi yang diperlukan untuk memproses transaksi yang sah, sekaligus menolak transaksi yang mencurigakan.

Pelanggan PLDT dan Smart dapat merasa aman ketika melakukan pembayaran di berbagai saluran digital domestik dan internasional.

Di Blanco, Vice President of PLDT and Smart Customer Experience menyatakan, pihaknya akan terus mendorong batas teknologi keuangan seiring dengan lebih banyak orang Filipina beralih ke digital.

Menurut riset e-Conomy SEA 2020 oleh Google, Temasek dan Bain & Company, dengan pandemi yang mengharuskan pembatasan mobilitas dan layanan nirsentuh, 37 persen konsumen layanan digital di Filipina baru mengenal layanan digital, sedikit lebih tinggi dari rata-rata konsumen di Asia Tenggara.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved