Rabu, 6 Mei 2026

Link Net Tbk Berpeluang Kembangkan Layanan Fixed Line Broadband Pasca Akuisisi oleh Axiata

Peluang-peluang ini juga diperkuat dengan hubungan Link Net yang erat dengan mitra bisnis dan pelanggan.

Tayang:
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hendra Gunawan
Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan telekomunikasi PT Link Net Tbk berpeluang mengembangkan layanan fixed line broadband dan mobile di Indonesia pasca akuisisi kepemilikan saham terbesar Link Net, yakni Asia Link Dewa Pte. Ltd. (ALD) dan PT First Media Tbk (FM) kepada oleh Axiata Investments (Indonesia) SDN BHD (AII) dan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata).

"Tingkat penetrasi fixed broadband di Indonesia masih rendah dan kemampuan menyediakan layanan yang lebih luas dan produk yang komprehensif akan berkontribusi terhadap pertumbuhan Perseroan di masa depan dan tentunya akan membuahkan hasil bagi seluruh stakeholders," ungkap Marlo Budiman, Presiden Direktur dan CEO PT Link Net Tbk dalam keterangan pers tertulis kepada Tribunnews, Rabu (2/2/2022).

Baca juga: Axiata dan XL Akuisisi 66,03 Persen Saham Link Net Senilai Rp 8,72 Triliun

Dia menambahkan, penyelesaian transaksi akuisisi kali ini akan memberikan kesempatan yang besar bagi perusahaannya bersama partner baru Link Net untuk menyediakan layanan fixed line broadband dan mobile kepada pelanggan residensial dan enterprise-nya.

"Banyak peluang sinergi untuk kedua perusahaan, mulai dari kerja sama dalam penggunaan backbone, transmisi jaringan, penyesuaian strategis tentang peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya," ujar Marlo.

Peluang-peluang ini juga diperkuat dengan hubungan Link Net yang erat dengan mitra bisnis dan pelanggan.

Baca juga: XL Axiata Kenalkan Konvergensi SATU Lite, Berikut Tawaran-Tawaran Menariknya

"Saya dan tim manajemen saya menyambut transaksi ini dengan hangat dan kami percaya bahwa hal ini akan berkontribusi dalam pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan nilai pemegang saham di masa depan," imbuh Marlo.

Seperti diketahui, Kamis, 27 Januari 2022 lalu dua pemegang saham terbesar Link Net, yakni Asia Link Dewa Pte. Ltd. dan PT First Media Tbk telah menandatangani perjanjian jual beli saham (SPA) untuk menjual 1.816.735.484 lembar saham.

Saham sebanyak ini merepresentasikan sekitar 66,03 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pada PT Link Net Tbk (tidak termasuk saham treasuri) kepada pembeli Axiata Investments (Indonesia) SDN BHDdan PT XL Axiata Tbk.

Harga transaksi penjualan saham ini adalah Rp4.800 per lembar. Merujuk kepada pengumuman publik, setelah transaksi jual-beli berhasil dilakukan, Axiata Investments akan memiliki 1.266.419.288 lembar saham dan XL Axiata akan memiliki 550.316.196 lembar saham di Link Net.

Baca juga: Genjot Penjualan, XL Axiata Gandeng Grab dan Tokopedia

Soal tanggal penyelesaian transaksi akan bergantung kepada pemenuhan atau penghapusan ketentuan oleh para pihak yang terkait seperti yang tertulis di dalam SPA.

Pengajuan Tender Wajib

Sesuai dengan peraturan Tender Wajib, kewajiban untuk melakukan sebuah penawaran Tender Wajib terjadi apabila ada akuisisi yang menyebabkan perubahan kepemilikan utama di perusahaan terbuka di Indonesia.

Berdasarkan peraturan Tender Wajib, jika Tender Wajib dijalankan maka harga yang ditawarkan harus lebih tinggi dari rata-rata tertinggi dari harga perdagangan harian dalam 90 hari terakhir dari tanggal yang ditentukan seperti yang tertulis pada Pasal 18 dari POJK No. 9/POJK/POJK.04/2018 ("90-day Average Trading Price"); atau pertimbangan harga pembelian saham yang akan dijual.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved