Indonesia Jadi Pasar Strategis Pengembangan Platform Payment Gateway

Apalagi investasi fintech di Indonesia berjumlah sekitar US$178,48 juta dari 2020-2021 yang setara sekitar 20 persen dari total investasi fintech Asea

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Hendra Gunawan
dok. OJK
Ilustrasi fintech 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Temuan IDC Infobrief, saat ini penerimaan dan penggunaan pembayaran digital oleh masyarakat Indonesia telah meningkat merata seluruh wilayah.
Temuan ini membuka peluang besar untuk meningkatkan dan memperluas insurtech, pinjaman digital, dompet digital, dan platform pembayaran.

Apalagi investasi fintech di Indonesia berjumlah sekitar US$178,48 juta dari 2020-2021 yang setara sekitar 20 persen dari total investasi fintech Asean.

Muhammad Arifin Adi Nugroho, Country Head Indonesia 2C2P mengatakan, ada kesempatan bagi payment gateway di Indonesia untuk lebih mendorong inklusi keuangan dengan membantu lebih banyak merchant dan meningkatkan transaksi pembayaran.

Baca juga: Resmikan Kantor Baru, Fintech Ajaib Incar Status Decacorn

"Apalagi, Indonesia adalah negara terpadat ke-4 di dunia dan pasar berkembang dengan pertumbuhan tinggi dalam inovasi pembayaran," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/3/2022).

Bagi 2C2P yang merupakan platform payment gateway, Indonesia menjadi pasar yang strategis dan masuk dalam top tier.

CEO dan pendiri 2C2P, Aung Kyaw Moe mengatakan, pihaknya ingin membantu merchant-merchant di Indonesia yang ingin mengglobalkan solusi pembayaran mereka lebih cepat dari sebelumnya di tengah pandemi.

Baca juga: Perluas Akses, Fintech Ikut Genjot Penyaluran Kredit ke Sektor UMKM

"Sebagai langkah keseriusannya ini, kami menunjuk Muhammad Arifin Adi Nugroho sebagai Country Head Indonesia dan Mira Tania sebagai Partnerships Director 2C2P yang baru," katanya.

Dikatakannya, penunjukan Arifin dan Mila ini diharapkan bisa memperluas dan melokalisasi kemampuan 2C2P untuk memberikan solusi yang hyperlocal bagi industri di Indonesia dan mendorong pemasaran, inovasi produk, dan jaringan perusahaan di Indonesia.

Mira akan bertanggung jawab untuk memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan termasuk pelaku industri seperti bank, e-wallet, pemain telco, pemerintah, serta hubungan lain yang terkait dengan keuangan dan operasional perusahaan.

"Juga mengelola kerja sama perusahaan terkait produk, merchant sale, pemrosesan, risiko, keuangan, dan pemasaran," kata Aung Kyaw Moe.

Baca juga: Awas Akun Telegram Palsu Fintech Investree, Korban Rugi Jutaan Rupiah  

Sebelumnya Adi Nugroho menjabat Country Director di Alibaba.com untuk Indonesia yang memainkan peran kunci dalam akuisisi mitra, menjaga hubungan dengan mitra logistik, enabler, mitra lembaga keuangan bank dan non-bank serta key account, dan yang paling penting pemerintah.

Sementara Mira merupakan Indonesia Country Manager untuk GHL yang bertanggung jawab mengarahkan setup business dan kinerja bisnis, pemasaran dan aktivitas di seluruh vertikal termasuk perbankan dan keuangan, pemerintah, e-commerce dan telco.

Adi menambahkan, dengan posisi sebagai penyedia jasa gateway pembayaran regional, dirinya siap melakukan transformasi pembayaran digital di Indonesia.

"Langkah pertama saya setelah bergabung adalah memanfaatkan jaringan kami yang kuat di Asia Tenggara untuk mendorong pasar Indonesia," katanya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved