114 Juta Populasi Mobile Gamer di Indonesia Jadi Peluang Bagi Industri Advertising

Mereka mau mengeluarkan dana untuk membeli token game, download game, bahkan menonton live streaming dari para gamer papan atas idola mereka.

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hendra Gunawan
istimewa
Indonesia memiliki populasi pengguna game yang sangat besar dengan loyalitas dan militansi yang tinggi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indnesia memiliki populasi pengguna game yang sangat besar dengan loyalitas dan militansi yang tinggi.

Mereka mau mengeluarkan dana untuk membeli token game, download game, bahkan menonton live streaming dari para gamer papan atas idola mereka.

Menurut situs Allcorrectgames.com, jumlah gamer di Indonesia mencapai angka 116 juta dan 114 jutanya adalah mobile gamer.

Disebutkan juga, per akhir tahun 2021 Indonesia berada di peringkat 2 dalam jumlah pengunduh aplikasi mobile game dimana angka ini naik 26% dari periode sebelumnya.

Baca juga: Review Predator Helios 300 Intel Core i9: Laptop Gaming yang Edgy untuk Gamers dan Content Creator

Sementara, data Cekindo.com menyatakan, time spend di games kurang lebih 8.54 jam/minggu, dengan market size USD 1,6 Miliar, dan ARPU (average revenue per user) di angka $ 10,09.

Besarnya populasi gamer ini mendatangkan peluang bagi industri advertising.

"Adanya Game Steamer Network, diharapkan menjadi alternatif media bagi brand atau advertiser untuk beriklan secara efektif dan menghasilkan engagement secara langsung dengan audience-nya dalam jumlah yang masif dibanding platform lainnya. Selain itu, budget spending yang dikeluarkan akan lebih efisien," ungkap Head of Sales Digibar, Elisabeth Hutagalung, Sabtu (23/4/2022).

Dia menjelaskan, maraknya profesional gamer saat ini membuat rutinitas melakukan live streaming di kanal media sosial mereka, melakukan mabar atau main bareng dan menarik jumlah penonton yang banyak.

Baca juga: Rachel Chia Bakal Main Mobile Legend di Pro Gamers City, Berminat Mabar?

Product Development Digibar, Angelica “Smoothie” Astagiri yang juga ex-pro player divisi PUBGM Ladies WAW E-Sport mengatakan, dunia streaming ini sangat banyak penonton dan peminat fanatiknya.

"Sayangnya, para brand masih belum mengerti dan memahami potensi yang bisa didapatkan dari Game Streamer Network ini," ujarnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan case study beberapa brand yang sudah menggunakan platform game untuk beriklan, engagement rate yang sudah didapatkan jauh lebih besar dengan time spent penonton jauh lebih banyak dibandingkan mereka yang menonton video/ live streaming lainnya.

Menurutnya, brand bisa memilih gamer dan game apa yang ingin dimainkan, dengan mempertimbangkan jumlah followers si gamer, popularitas si gamer ataupun relevansi gamer dan pengikutnya dengan produk yang brand miliki.

Brand juga bisa memilih kanal media sosial untuk mereka melakukan live streaming. Namun perlu diketahui bahwa beberapa gamer terikat kontrak dengan kanal sosial media tertentu untuk melakukan live streaming hanya di kanal tersebut.

Baca juga: Pakai Teknologi NFT, HappFund Ajak Gamers Naik Kelas dan Cari Cuan dari Main Game

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved