G20 di Indonesia

Menkominfo akan Buka Pertemuan DEWG G20, Indonesia Dorong Konsensus Kelola Ekosistem Digital

Pertemuan ini akan dihadiri oleh 11 delegasi dari lima negara, ditambah dua organisasi internasional, yakni Uni Eropa dan IDB.

Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Hendra Gunawan
Tangkapan layar zoom
Menkominfo Johnny G Plate membuka pertemuan keempat Kelompok Kerja Ekonomi Digital atau Digital Economy Working Group (DEWG) G20 yang akan digelar di Nusa Dua Bali, pada Senin (29/8/2022) besok hingga Rabu (31/8/2022) mendatang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dodi Esvandi

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate akan membuka pertemuan keempat Kelompok Kerja Ekonomi Digital atau Digital Economy Working Group (DEWG) G20 yang akan digelar di Nusa Dua Bali, pada Senin (29/8/2022) besok hingga Rabu (31/8/2022) mendatang.

Pertemuan ini akan dihadiri oleh 11 delegasi dari lima negara, ditambah dua organisasi internasional, yakni Uni Eropa dan Islamic Development Bank (IDB).

Selain membuka DEWG, Johnny juga akan memimpin Pertemuan Menteri Ekonomi Digital Negara Anggota G20 atau Digital Economy Ministers’ Meeting (DEMM).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kominfo Mira Tayyiba mengatakan rangkaian pertemuan DEWG Presidensi G20 Indonesia ini memiliki arti penting dalam penyusunan arah perkembangan lanskap perekonomian digital dunia.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi dan Aksi Lead by Example Indonesia pada Presidensi G20 Menjadi Perhatian Dunia

Menurut Mira pertemuan DEWG ini merupakan kali pertama dalam sejarah G20 membahas ekosistem digital global dalam kerangka working group.

“Sejak Maret hingga September 2022, Indonesia memandu diskusi antarnegara dalam isu tata kelola ekosistem digital global. Pertemuan itu telah menampilkan pemulihan Indonesia dan dunia yang lebih resiliensi dengan transformasi digital yang inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan,” kata Mira di Nusa Dua Bali, Minggu (28/8/2022).

Mira yang juga merupakan Chief DEWG itu mengatakan selama pertemuan DEWG, delegasi G20 memiliki kesempatan menyampaikan pendapat dan gagasan berkaitan dengan isu konektivitas digital serta pemulihan pascapandemi.

Selain itu, akan dipaparkan pula keterampilan dan literasi digital serta tata kelola data lintas batas negara.

“Mengingat waktu pertemuan para menteri ekonomi digital (dari berbagai negara) yang sebentar lagi dilaksanakan, penting bagi kami untuk melakukan diskusi yang lebih efektif dan substansial untuk menemukan konsensus,” ujarnya.

Mira menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bersama untuk semua delegasi agar dapat mencapai tujuan dari Presidensi G20 Indonesia tahun ini.

Ia pun mengapresiasi komitmen delegasi DEWG G20 menyusun rancangan bahan pembahasan untuk Pertemuan Menteri Digital atau Digital Economy Ministerial Meeting (DEMM).

“Dari pelaksanaan dua workshop, dua intersessional meeting, serta tiga kali pertemuan sebelumnya, seluruh delegasi menunjukkan komitmen dalam diskusi konstruktif selama DEWG Meeting ini,” ujarnya.

Baca juga: Presidensi G20 Indonesia Dorong UMKM Perluas Akses Modal dan Pasar

Sebagai informasi, Presidensi G20 Indonesia memiliki tujuan mendorong upaya bersama demi pemulihan ekonomi dunia dengan tema besar 'Recover Together, Recover Stronger'.

Presidensi G20 Indonesia juga memiliki komitmen mendorong pertumbuhan yang inklusif, people-centered, serta ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Melalui DEWG, Presidensi G20 Indonesia menjalankan mandat melakukan pembahasan mengenai pemanfaatan teknologi digital bagi masyarakat.

Selain itu, berbagi pandangan dan kebijakan untuk mendorong ekonomi digital yang tangguh, berkembang secara berkelanjutan dan inklusif, dengan lingkungan digital yang aman serta terlindungi.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved