Kominfo Siapkan 7.500 BTS 4G dan 30 BTS 5G untuk KTT G20 Bali 

Kominfo menyiapkan 7.500 Base Transceiver Station (BTS) untuk 4G dan lebih dari 30 BTS 5G untuk mendukung penyelenggaraan KTT G20 di Bali.

Editor: Choirul Arifin
dok. XL Axiata
Kementerian Kominfo menyiapkan 7.500 Base Transceiver Station (BTS) untuk 4G dan lebih dari 30 BTS 5G untuk mendukung penyelenggaraan KTT G20 di Bali. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyiapkan 7.500 Base Transceiver Station (BTS) untuk 4G dan lebih dari 30 BTS 5G untuk mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali bulan Oktober 2022.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan, telah menyiapkan jaringan telekomunikasi dan keamanan spektrum frekuensi serta pemantauan untuk mendukung kesuksesan Presidensi G20 Indonesia. 

“Kominfo menyiapkan jaringan telekomunikasi tidak saja jaringan yang berada di Bali dan di sekitar penyelenggaraan kegiatan Presidensi G20 Indonesia. Di wilayah Bali, telah tersedia 7.500 Base Transceiver Station (BTS) untuk 4G dan lebih dari 30 BTS 5G,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Persiapan Konferensi Tingkat Tinggi G20, di Hotel Apurva Kempinski, Bali, mengutip siaran pers, Rabu (31/8/2022). 

Apabila terjadi kendala jaringan telekomunikasi selama penyelenggaraan KKT G20, Jpihaknya telah menyiapkan jaringan cadangan atau backup network seperti pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun lalu. 

“Kita siapkan backup network seperti pada penyelenggaraan PON di Papua tahun lalu, kita menyiapkan jaringan-jaringan tulang punggung broadband. Redundancy-nya kita siapkan jaringan tulang punggung fiber optic serta satelit dan radio link infrastruktur TIK seluruh operator telekomunikasi dan fiber optic disiagakan, termasuk payung hukumnya apabila jalur-jalur untuk internasional harus kita gunakan,” katanya. 

Berkaitan dengan keamanan navigasi dan keselamatan penerbangan, Kominfo menyiagakan Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Direktorat Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika untuk memantau frekuensi di wilayah udara Surabaya, Banyuwangi, Denpasar dan Mataram. 

Baca juga: 14 Perusahaan Digital Teknologi Ikut Meriahkan Ajang DEWG G20 di Bali

“Kami sudah menyiapkan peralatan-peralatan Spectrum Frequency Analyzer untuk menganalisa seluruh spektrum yang bergerak di sini untuk keselamatan penerbangan VVIP untuk menghindari intersepsi dan interferensi. Kerja sama ini perlu antara Kominfo, TNI AU, dan Kementerian Perhubungan,” tutur Johnny. 

Pihaknya menyiapkan tiga mekanisme surveillance system berlapis untuk memantau  bandwidth dan ketersediaan jaringan. 

Kominfo memiliki pusat monitoring untuk memantau kualitas layanan telekmunikasi dan memantau kondisi ruang digital Indonesia. 

Baca juga: Robot UU Sambut Delegasi DEWG G20 di Nusa Dua Bali

“Kominfo yang memonitor bandwidth quality of service dan quality of experience di seluruh Indonesia. Selanjutnya lewat surveillance system BLU BAKTI, Kominfo memantau jaringan satelit, jaringan radio link, dan jaringan fiber optic, dan melalui cyber drone Ditjen Aptika beroperasi penuh memantau kondisi ruang digital Indonesia, seperti sebaran fake news yang dilakukan berdasarkan lawfull interception,” pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved