Luhut: Pemerintah Dukung Ekonomi Digital Tumbuh, Dorong Lebih Banyak Unicorn

Luhut menyebut nilai ekonomi digital Indonesia pada 2021 mencapai 70 miliar dolar AS dan diprediksi tumbuh 2 kali lipat dari pada 2025.

Tribunnews.com/Naufal Lanten
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Maritim dan dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan pemerintah mendukung secara penuh pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. 

Hal tersebut dia sampaikan dalam sambutan kuncinya pada diskusi bertajuk “Enunciating New Indonesia Homeground Unicorns” yang merupakan bagian dari NXC International Summit 2022 di Bali.

“Ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat dan menjadi penopang perekonomian dalam negeri akibat dampak pandemi. Ekonomi digital memiliki peran penting dalam mencapai visi menjadi negara maju pada tahun 2045,” kata Luhut dalam keterangan persnya yang dikutip Rabu (7/9/2022). 

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sangat pesat jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara. 

Luhut menyebut nilai ekonomi digital Indonesia pada 2021 mencapai 70 miliar dolar AS dan diprediksi tumbuh 2 kali lipat dari pada 2025.

“Untuk para startup, pemerintah berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, khususnya untuk mencapai lebih banyak unicorn. Selain itu pemerintah tidak hanya akan bertindak sebagai regulator, namun juga fasilitator bahkan akselerator,” ujar Luhut.

Di sesi tersebut hadir lima perwakilan unicorn Indonesia di antaranya, CEO Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, COO Xendit, Tessa Wijaya, CEO J&T Express, Robin Lo, CEO & Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, CEO tiket.com, George Hendrata dan dimoderasi oleh Rudiantara, Chairman Nexticorn, sekaligus Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia 2014-2019.

Baca juga: Erick Thohir: Ekonomi Digital Indonesia Tembus Rp 4.818 Triliun di 2030, Terbesar di Asia Tenggara

CEO dan Co-Founder Blibli Kusumo Martanto mengatakan, menyandang status unicorn merupakan sebuah awal, yang terpenting justru mempertahankan bisnis secara berkelanjutan. 

“Kami memahami, perilaku konsumen terus berubah. Hal tersebut mendorong kami untuk fokus mempersiapkan ekosistem dan memperkuat sinergi jaringan offline online atau omnichannel," papar Kusumo.

Baca juga: 5 Alasan Industri Game Berperan Penting bagi Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Di sela diskusi, Rudiantara mengatakan, dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, Indonesia diharapkan dapat menelurkan banyak unicorn-unicorn baru.

“Forum seperti ini memfasilitasi antara global venture capital dengan startup potensial. Harapannya diskusi hari ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak serta menjadi fasilitator pertumbuhan startup Indonesia hingga masuk ke level unicorn,” kata dia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved