Masa Depan Teknologi Cloud

Masa Depan Bisnis Digital Diramalkan Berkembang Pesat Berkat Layanan Cloud

Penggunaan cloud computing atau komputasi awan sebagai teknologi yang menjadi salah satu yang termutakhir di era ekonomi digital.

Editor: BizzInsight
Shutterstock
Ilustrasi teknologi cloud 

TRIBUNNEWS.COM - Demi mendorong inovasi, perkembangan digitalisasi memantik banyak pelaku bisnis, tak terkecuali perusahaan rintisan, untuk mengutilisasi perangkat teknologi teranyar. Salah satunya adalah penggunaan cloud computing atau komputasi awan. Teknologi ini menjadi salah satu yang termutakhir di era ekonomi digital.

Sederhananya, cloud computing adalah proses pengolahan daya komputasi lewat jaringan internet untuk menjalankan program melalui komputer yang telah terkoneksi satu sama lain pada waktu yang sama, contohnya program penyimpanan data, server, database, jaringan, dan perangkat lunak, yang semuanya bisa diakses secara real-time dengan koneksi internet. 

Menurut penelitian yang diterbitkan Operations Research and Applications: An International Journal (ORAJ), ada beberapa hal yang menjadi penyebab maraknya penggunaan cloud computing di penjuru dunia, yakni pertumbuhan pesat teknologi komputer dan komunikasi yang makin memungkinkan penggunaan teknologi cloud, perubahan tujuan manajemen perusahaan yang makin berfokus pada peningkatan bisnis, dan ketersediaan perusahaan pihak ketiga yang menyediakan cloud service. 

Di Indonesia sendiri, menurut data dari Boston Consulting Group, penggunaan jasa cloud di Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 25 persen, dari USD 0,2 miliar pada 2018 menjadi USD 0,8 miliar pada 2023 mendatang. Hal ini juga didukung dengan banyaknya Penyedia layanan sistem cloud computing multinasional seperti Google, Microsoft Azure, Alibaba Cloud, Amazon Web Services, dan Tencent Cloud yang kini telah hadir di Indonesia. 

Dalam kesempatan wawancara dengan Tribunnews, General Manager Singapore and Regional Director Tencent Cloud untuk Asia Tenggara, Kenneth Siow, mengamini bahwa potensi ekonomi digital di Indonesia begitu menjanjikan.

"Kami percaya masa depan ekonomi digital di Indonesia akan berkembang pesat," jelas Kenneth, Selasa (24/5/2022) di Jakarta.

Secara umum, ekonomi digital di Indonesia bisa terus berkembang lewat bisnis yang makin naik kelas dengan pemanfaatan infrastruktur digital yang ada, mulai dari koneksi 5G yang kini bisa dinikmati, terutama di kota-kota besar.

"Layanan internet yang tersedia di Indonesia sama dengan di Beijing dan Shanghai. Sangat memungkinkan potensi marketnya tumbuh cepat," paparnya.

Pertumbuhan penggunaan internet juga makin diperkuat dengan kiprah para perusahaan di bidang cloud dalam menyiapkan infrastruktur yang mumpuni. Salah satunya, Tencent Cloud telah meluncurkan dua Internet Data Center (IDC) di Jakarta.

"Data center memungkinkan Tencent Cloud supaya bisa lebih dekat dengan pelanggan dan penggunanya, demi mengurangi akses yang tertunda terhadap data dan aplikasi serta membantu bisnis maupun organisasi di tanah air dalam mempercepat transformasi digital," ungkap Kenneth.

Peran konsumen dalam bisnis juga tak bisa disepelekan. Konsumen memegang peran penting sebagai faktor pendorong pertumbuhan ekonomi digital jika ketersediaan akses internet bisa dimaksimalisasi. Dengan begitu, para konsumen bisa membeli dan menggunakan barang dan jasa yang ditawarkan oleh para pebisnis dengan lebih aksesibel.

General Manager Singapore and Regional Director (SEA) Tencent Cloud Internasional Kenneth Siow
General Manager Singapore and Regional Director (SEA) Tencent Cloud Internasional Kenneth Siow (Istimewa)

“Dari sudut pandang konsumen, kemauan atau kemampuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital dapat dilakukan terutama jika kita mampu membuat internet tersedia untuk semua orang. Hal ini juga dikenal dengan istilah internet supply chain,” jelas Kenneth.

Tak hanya sektor bisnis dan pelakunya yang akan diuntungkan, melainkan juga konsumen yang menjadi aktor penggerak majunya ekonomi digital di Indonesia.

“Semua orang akan diuntungkan jika seluruh perekonomian mau menerima teknologi baru dan modernisasi,” ujar Kenneth.

Singkatnya, bisnis di era digital akan bisa naik kelas dan makin berkembang jika terdapat dukungan dari pihak lain, seperti pemerintah, pekerja, konsumen, dan lain-lain.

Konsep ‘gamification’ untuk perkembangan bisnis

Perusahaan layanan cloud seperti Tencent Cloud berperan penting dalam bisnis di era ekonomi digital. Tencent sendiri merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia yang telah memulai bisnis cloud sejak 2010 dan kini telah berkembang pesat sebagai salah satu perusahan cloud dengan pertumbuhan tercepat di dunia. 

Dengan beragamnya layanan yang ditawarkan, Tencent Cloud memiliki lebih dari 300 produk dan solusi cloud yang mencakup berbagai sektor, mulai dari game, media, layanan keuangan, dan banyak lainnya. Memiliki standar teknologi kelas dunia dan fitur keamanan yang tangguh, produk dan layanan Tencent Cloud dapat membawa transformasi digital bisnis ataupun startup naik kelas dengan membangun ekosistem mitra cloud yang komprehensif. Keahlian dan pengalaman yang diakui secara global juga dapat membantu pebisnis memperluas jaringan mitra bisnis.

“Apa yang kami lakukan pada dasarnya adalah mengambil langkah berikutnya dari evolusi kami yang menyediakan banyak layanan ke pasar perusahaan,” ujar Kenneth.

Tencent Cloud menjawab kebutuhan pasar di era ekonomi digital dengan berbagai model layanan cloud yang diberikan, yaitu Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Infrastructure as a Service (IaaS).

Model layanan ini diberikan dalam bentuk layanan yang disediakan oleh Tencent Cloud dengan memanfaatkan dua data center di Indonesia yang memegang peran vital dalam pemanfaatan cloud computing oleh perusahaan dan pelaku bisnis 

“Agar sesuai dengan kebutuhan pasar, terutama pada data localization, sangat penting bagi kami untuk memastikan data yang kami kerjakan dengan pelanggan terbaca di Indonesia, itulah sebabnya kami berinvestasi di dua pusat data,” tutur Kenneth. 

Sebagai salah satu perusahaan game terbesar, platform pembayaran digital terbesar, dan solusi multimedia, dan pengelola aplikasi education-skill yang telah melayani seratus juta pengguna secara bersamaan, Tencent ingin membawa perkembangan ekonomi digital di Indonesia lewat berbagai produk, tentunya dengan konsep yang unik, yaitu gamification.

Tencent Cloud menggambarkan proses gamifikasi melalui penerapan pendekatan strategis dengan meningkatkan sistem, layanan, perusahaan, dan aktivitas bermain game, sehingga menciptakan pengalaman serupa dengan yang dialami saat bermain game untuk melibatkan pengguna. Selain itu, gamification dapat dilakukan melalui penerapan elemen game-design dan prinsipnya disertai dorongan peningkatan konteks non-game seperti yang disebutkan pada paragraf sebelumnya.

“Salah satu pertimbangan yang sangat penting adalah bagaimana kami membawa game ke dalam industri. Bagaimana kami membawa konsep game ke dalam pendidikan, keuangan, dan perbankan. Kami menciptakan beberapa elemen menyenangkan dari pengalaman pelanggan menggunakan konsep game. Jadi, kami terus mencari cara untuk menggabungkan seluruh pengalaman industri dan diskusi tentang metaverse berdasarkan konsep gamification,” ujar Kenneth. 

Ke depannya, Tencent Cloud akan menyediakan beberapa layanan yang akan menjadi solusi dalam mengeskalasi perkembangan bisnis di Indonesia yang terus tumbuh menjanjikan di era ekonomi digital.  

Sebagai salah satu contoh, pada Jumat (29/7/2022) lalu, Tencent Cloud mengumumkan peluncuran layanan baru mereka, Tencent Cloud EdgeOne, platform satu atap yang mengintegrasikan seluruh kemampuan Tencent dalam kinerja dan keamanan jaringan, dengan efisiensi dan stabilitas tinggi untuk perusahaan global.

Seperti tertulis dalam siaran pers yang dikutip Tribunnews, Tencent Cloud EdgeOne memungkinkan pengguna menikmati kinerja jaringan berkualitas tinggi tanpa mengorbankan keamanan mereka. Keunggulan Tencent Cloud EdgeOne antara lain:

1. Pemindahan layanan ke node tepi lebih dekat ke pengguna akhir dan berikan perlindungan lapisan-3 (Jaringan), lapisan-4 (Transportasi), lapisan-7 (Aplikasi), dan layanan yang dipercepat ke pasar global. Ini juga menyoroti dasbor terpadu yang sangat mengurangi beban kerja konfigurasi dan menghemat waktu bagi pelanggan.
Menyediakan serangkaian interkoneksi untuk mempercepat lalu lintas antara Tencent Cloud EdgeOne dan Origin Server. Selain itu, ini mengintegrasikan sistem nama domain (DNS), yang memastikan resolusi DNS yang stabil dan berkinerja tinggi, dan sangat mengurangi latensi untuk data statis dan dinamis.

2. Mengintegrasikan fitur dan teknologi keamanan berdasarkan pengalaman Tencent dalam keamanan selama lebih dari dua dekade, antara lain namun tidak terbatas pada perlindungan DDoS (Anti-DDoS), perlindungan web (Firewall Aplikasi Web), manajemen bot, dan analisis perilaku (manajemen program bot Tencent Cloud), dan pembatasan kecepatan adaptif. Ini menyebarkan fungsi keamanan pada node tepi lebih dekat ke pengguna, mendeteksi dan mengurangi permintaan berbahaya sebelum mereka mencapai layanan aplikasi.

3. Tencent Cloud EdgeOne dapat diterapkan ke dalam berbagai industri. Pertama, dalam bisnis global – mulai dari perdagangan, ritel, layanan keuangan, konten dan berita hingga sektor game, media, audio dan video – kini dapat menikmati manfaat Tencent Cloud EdgeOne. Misalnya, platform video-on-demand online populer di China berhasil mengurangi waktu pemuatan video hingga 40 persen, dan penundaan respons sumber daya sebesar 50 persen dengan Tencent Cloud EdgeOne.

Kedua, untuk menghindari risiko kerusakan akibat serangan siber, platform e-commerce online, Tencent Cloud EdgeOne dapat dimanfaatkan untuk berhasil bertahan melawan serangan Challenge Collapsar (CC) dengan lalu lintas puncak selama lebih dari 9 juta QPS (kueri per detik).

Terakhir, untuk developer game besar, Tencent Cloud EdgeOne mengadopsi strategi preloading terdistribusi dan memberikan perlindungan terhadap serangan DDoS, perlindungan web, pembatasan kecepatan, dan kemampuan intersepsi perilaku robot, yang pada akhirnya membantu game baru mencapai kesuksesan 100 persen dalam unduhan tanpa gangguan bisnis.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Tencent Cloud, kunjungi  www.tencentcloud.com

Penulis: Muh. Fitrah Habibullah | Editor: Bardjan

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved