Uber: Kelompok Peretas Lapsus$ Dalang di Balik Serangan Siber Pekan Lalu

Seorang peretas yang berafiliasi dengan kelompok peretas Lapsus$ bertanggung jawab atas insiden peretasan pada pekan lalu.

CCT NEWS
Uber membeberkan temuan mereka bahwa seorang peretas yang berafiliasi dengan kelompok peretas Lapsus$ telah bertanggung jawab atas insiden peretasan pada pekan lalu. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

 
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Layanan transportasi online Uber membeberkan temuan mereka bahwa seorang peretas yang berafiliasi dengan kelompok peretas Lapsus$ telah bertanggung jawab atas insiden peretasan pada pekan lalu.

Dalam pernyataannya Uber mengatakan peretas tidak mengakses akun pengguna serta database penting seperti nomor kartu kredit, rekening bank dan lokasi atau detail perjalanan pengguna. Namun peretas telah menyerang sistem komunikasi internal layanan transportasi online tersebut.

"Penyerang mengakses beberapa sistem internal, dan penyelidikan kami berfokus untuk menentukan apakah ada dampak material," kata Uber, yang dikutip dari Reuters.

Uber menambahkan, proses penyelidikan masih berlangsung dan pihaknya telah berkoordinasi dengan FBI serta Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengenai serangan siber tersebut.

Insiden peretasan pada Jumat (16/9/2022) lalu telah melumpuhkan sistem komunikasi internal Uber untuk sementara waktu. Karyawan raksasa transportasi online ini juga dibatasi untuk menggunakan aplikasi perpesanan perusahaan milik Salesforce, Slack.

Uber mengatakan peretas masuk ke akun Uber kontraktor usai mereka menerima permintaan persetujuan masuk melalui autentikasi dua faktor, setelah peretas beberapa kali mengajukan permintaan, sehingga memberi peretas akses ke beberapa akun Slack karyawan dan paket layanan berbasis cloud G-suite.

Baca juga: Uber Selidiki Insiden Keamanan Siber, Usai Peretas Klaim Bobol Sistem Internal Perusahaan  

Kelompok peretas Lapsus$ telah menargetkan perusahaan-perusahaan besar seperti Nvidia, Microsoft Corp dan perusahaan layanan otentikasi yang diandalkan oleh ribuan bisnis besar, Okta Inc.

Peretas, yang menggunakan nama "teapotuberhacker", juga dilaporkan telah membocorkan cuplikan gameplay awal dari game Grand Theft Auto VI (GTA 6), yang telah lama ditunggu-tunggu penggemarnya.

Baca juga: TikTok Diserang Peretas AgainstTheWest, Jubir Membantah

Peretas memposting pesan di sebuah forum mengenai upaya untuk "menegosiasikan kesepakatan" dengan perusahaan pengembang video game.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved