Karya Talenta Digital Muda Indonesia Ikut Berperan Memenuhi TKDN pada Perangkat Seluler Samsung

Samsung Research Indonesia (SRIN) terus mendorong anak muda Indonesia bertalenta digital untuk berkarya di bidang layanan aplikasi seluler, AI, IoT

Ist
Samsung Research Indonesia (SRIN) terus mendorong anak muda Indonesia bertalenta digital untuk berkarya di bidang layanan aplikasi seluler, AI, IoT, Cloud, dan Data Management, layanan inovasi, hingga inovasi B2B melalui program magang sehingga mampu membawa perangkat Samsung memenuhi memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Samsung Research Indonesia (SRIN) terus mendorong anak muda Indonesia bertalenta digital untuk berkarya di bidang layanan aplikasi seluler, AI, IoT, Cloud, dan Data Management, layanan inovasi, hingga inovasi B2B melalui program magang.

Director of Software R&D SRIN, Risman Adnan mengatakan, selama satu dekade, SRIN telah menjangkau ratusan talenta digital Tanah Air untuk berkarya dengan fasilitas laboratorium.

"Mereka terlibat dalam pengembangan aplikasi, membantu Samsung menjadi satu-satunya pembuat perangkat komunikasi di Indonesia yang memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri," kata Risman Adnan dalam keterangannya, Sabtu (1/10/2022).

Beberapa aplikasi yang sudah dibuat SRIN antara lain, Samsung Gift Indonesia, Samsung Pay Indonesia, Salaam, S-Lime dan App Station untuk perangkat Samsung Galaxy terbaru di pasar regional dan global.

Dikatakan Risman, saat ini lebih dari 140 talenta digital berbakat sudah mengikuti dalam program internship di SRIN yang berasal dari kampus-kampus Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Bina Nusantara, hingga Institut Teknologi Bandung (ITB).

Salah seorang peserta yang sedang mengikuti program magang SRIN adalah Melvin Tan yang magang dan ditempatkan di Data Management Part.

Ia bertugas mengerjakan task product maupun project development yang diberikan sesuai dengan tenggat waktunya dan berkewajiban melaporkan hasil kerja, termasuk progres kerja, selama proses pengerjaan.

Baca juga: Samsung Hadirkan PC Berukuran 17 Inci dengan Konsep Slideable

“Lalu di akhir project, saya menjelaskan learning dan insight yang didapat selama berada di dalam tim development project tersebut” kata Melvin.

Lebih lanjut Melvin bercerita tentang hal positif yang didapat selama bergabung dengan SRIN.

Menurutnya, setidaknya ada tiga hal yaitu pengalaman, soft skill, dan ilmu teknis.

“Secara ilmu teknis, saya dapat mengaplikasikan secara real ilmu yang saya pelajari selama di bangku kuliah.

Saya juga mendapat ilmu baru yang tidak saya dapatkan sebelumnya di perkuliahan. Saya juga dapat melihat dan mengenali trend di dunia industri yang terkini dan berkaitan dengan ilmu atau bidang yang saya tekuni,” katanya.

Meski begitu, Melvin tak menampik selama magang di SRIN ia juga mendapati beberapa kesulitan.

Salah satunya pada hal teknis seperti bahasa pemrograman yang menurutnya asing karena tidak diajarkan di bangku kuliah.

Beruntung, para mentor di SRIN dengan sigap selalu membantunya sehingga kesulitan tersebut bisa dilalui dengan mulus.

Melvin sendiri juga banyak belajar dari rekan-rekannya yang mengerjakan project serupa.

“Saya dibantu oleh para mentor atau senior yang sudah ada lebih dahulu di dalam project” ucapnya.

Hal ini menjadi bukti bahwa SRIN tak hanya mempekerjakan peserta magang, tapi mereka juga membimbing dan mengembangkan para talenta digital muda agar bisa menyelesaikan masalah.

Selain membuka kesempatan magang di SRIN untuk para mahasiswa, sejak 2018 Samsung Electronics Indonesia (SEIN) pun telah memberikan kesempatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) kepada lebih dari 1.400 siswa sekolah menengah kejuruan yang ditempatkan di Samsung Service, toko retail Samsung, dan melalui Samsung Innovation Campus (SIC) dengan program intensive bootcamp-nya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved