Joe Biden Terbitkan Pembatasan Ekspor Chip, Saham Teknologi China Kompak Anjlok
Pembatasan impor chip yang dilakukan Amerika berlaku usai Joe Biden menandatangani sebuah dekrit, terkait pemutusan hubungan kerjasama dengan China
Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti
TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Kebijakan kontrol ekspor chip yang dilakukan presiden Amerika Serikat Joe Biden, dilaporkan telah membuat sejumlah saham teknologi asal China amblas pada perdagangan Senin (10/10/2022).
Pembatasan impor chip yang dilakukan Amerika mulai berlaku usai Joe Biden menandatangani sebuah dekrit, terkait pemutusan hubungan kerjasama dalam bentuk ekspor chip dengan pemerintah China, pada Jumat (7/10/2022).
Aturan ini awalnya dirilis untuk memajukan produksi chip di Washington, dengan mewajibkan perusahaan di negara Hollywood ini untuk menggunakan produk chip buatan AS.
Baca juga: AS Batasi Ekspor Chip Semikonduktor ke China, Taiwan Pasrah
Namun Joe Biden kemudian memperluas aturan ini mencakup pemblokiran pengiriman beragam chip China yang dapat digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir dan teknologi militer lainnya.
Imbas dari munculnya aturan tersebut perlahan memperlambat produksi chip canggih asal Beijing seperti chip logika di bawah 16 nanometer (nm), chip DRAM di bawah 18 nm, dan chip NAND dengan 28 lapisan yang dapat menunjang sektor teknologi hingga produksi alat militer.
"Langkah-langkah tersebut akan melumpuhkan sektor chip China dan akan menggagalkan banyak rencana pertumbuhan dan berpotensi menghambat inovasi di Timur dan Barat," kata Danni Hewson, seorang analis di AJ Bell.
Tak hanya menghambat produksi chip, adanya pembatasan ini juga telah memicu para investor pasar saham untuk kompak meninggalkan sejumlah bursa saham teknologi asal China.
Reuters mencatat setelah Biden memperketat aturan pembatasan tersebut pada awal perdagangan Senin pagi, indeks perusahaan semikonduktor China jatuh hampir 7 persen, sementara STAR Market yang berfokus pada teknologi di Shanghai anjlok 4,5 persen.
Penurunan juga terjadi pada raksasa Semiconductor Manufacturing International (SMIC) yang mencatatkan penurunan sebanyak 4,4 persen. Menyusul yang lainnya saham pembuat peralatan chip NAURA Technology Group Co juga dilaporkan telah mengalami kemerosotan hingga 10 persen.
Baca juga: Pendapatan Samsung Diprediksi Merosot Imbas Lesunya Permintaan Chip
Diikuti Hua Hong Semiconductor yang jatuh 9,5 persen, serta saham perusahaan riset AI Sensetime dan pembuat peralatan pengawasan Dahua Technology yang masing-masing jatuh sebanyak 5,6 persen dan 10 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-semikonduktor.jpg)