Ramai-ramai Perusaaan Otomotif Hentikan Iklan Berbayar di Twitter Usai Diakuisisi Elon Musk
Stellantis, GM dan lainnya menyampaikan menangguhkan sementara iklan berbayar di Twitter.
Penulis:
Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM, DETROIT – Perusahaan manufaktur otomotif, Stellantis menyampaikan pihaknya menangguhkan sementara iklan berbayar di Twitter, sembari menunggu perkembangan seperti apa platform itu di bawah kepemimpinan pemilik barunya Elon Musk.
"Kami menghentikan sementara posting iklan berbayar sampai kami memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang masa depan platform di bawah kepemimpinan barunya," kata Diane Morgan, juru bicara Stellantis.
Dilansir dari Detroit News, Selasa (8/11/2022) Musk menutup kesepakatannya untuk membeli platform tersebut seharga 44 miliar dolar AS pada 27 Oktober lalu.
Baca juga: Elon Musk Ancam Pengguna Twitter, Akun KW Bakal Kena Penangguhan Permanen
Hal itu memicu perayaan, kritik, dan kekhawatiran atas potensi perubahan moderasi dan penyebaran informasi yang salah.
Sehari setelah diakuisisi oleh Musk, General Motors (GM) mulai mengumumkan penghentian sementara iklan berbayar di tengah ketidakpastian arah masa depan platform tersebut.
Pada hari-hari berikutnya, perusahaan lainnya seperti United Airlines, Pfizer, General Mills dan Volkswagen AG turut bergabung dalam menarik dana untuk promosi di situs web.
Sementara Ford Motor mengatakan tidak membayar untuk iklan di Twitter pada saat penutupan kesepakatan Musk.
Sebuah surat terbuka yang ditandatangani oleh lebih dari 40 organisasi termasuk NAACP, meminta 20 pengiklan teratas Twitter untuk berhenti mendanai platform tersebut.
Mereka mengklaim perubahan yang diusulkan Musk akan meredam suara mereka dan memungkinkan ujaran kebencian, pelecehan, dan informasi yang salah menyebar.
Di sisi lain, Musk melihat adanya penurunan pendapatan Twitter lebih dari 4 juta dolar AS per hari dari pengiklan menyusul laporan bahwa perusahaan telah memberhentikan ribuan karyawan.
Namun, Musk menyalahkan penurunan tersebut pada kelompok aktivis yang menekan pengiklan, meskipun tidak ada yang berubah dengan moderasi konten di platform tersebut.