Kamis, 21 Mei 2026

Tingkatkan Batas Karakter, Elon Musk Konfirmasi Pengguna Twitter Bisa Ngetweet Hingga 4.000 Kata

Twitter awalnya memiliki batas karakter 140 kata sebelum ditingkatkan menjadi 280 kata pada tahun 2017.

Tayang:
AFP
Kombinasi gambar file yang dibuat pada 18 November 2022 ini memperlihatkan CEO Tesla Elon Musk pada 14 Maret 2019 di Hawthorne, California dan logo Twitter di luar kantor pusat mereka di San Francisco, California, pada 28 Oktober 2022. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, SAN FRANCISCO - CEO Baru Twitter Elon Musk mengonfirmasi platform media sosial tersebut akan meningkatkan batas karakter tweet dari 280 kata menjadi 4.000 kata.

Saat menanggapi pertanyaan mengenai rumor mengenai rencana Twitter untuk meningkatkan batas karakter tweet menjadi 4.000, Musk menjawab "Ya", tanpa memberikan informasi tambahan.

Dikutip dari Macrumors, Twitter awalnya memiliki batas karakter 140 kata sebelum ditingkatkan menjadi 280 kata pada tahun 2017.

Baca juga: Twitter Kembalikan Layanan Centang Biru Berbayar dengan Harga Lebih Tinggi untuk Pengguna iPhone

Detail pasti mengenai peningkatan batas karakter tersebut belum diketahui, namun dalam laporan dan tweet sebelumnya yang diunggah Musk menyarankan Twitter dapat memudahkan pengguna untuk memecah rangkaian teks yang panjang menjadi beberapa bagian tweet dari sebuah utas.

Namun tampaknya peningkatan menjadi 4.000 karakter akan menghilangkan gagasan itu, dan pengguna dapat dengan mudah memposting tweet yang lebih panjang dalam satu postingan.

Twitter mengumumkan pada akhir pekan kemarin pihaknya berencana meluncurkan kembali layanan berlangganan Twitter Blue pada hari ini, Senin (12/12/2022), yang akan menawarkan kepada pengguna tanda centang biru terverifikasi dan fasilitas lainnya seperti kemampuan untuk mengedit tweet dan mengunggah video 1080p beresolusi lebih tinggi.

Twitter Blue akan diluncurkan kembali dengan harga lebih tinggi yaitu 11 dolar AS per bulan untuk pengguna iPhone, setelah Musk mengkritik komisi 30 persen yang diambil Apple dari pembelian dalam aplikasi.

Sementara bagi pengguna yang membayar melalui situs web akan dikenakan biaya 7 dolar AS per bulan, menurut laporan seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut pada Rabu (7/12/2022).

Harga yang lebih rendah jika pengguna membayar melalui situs web dikarenakan untuk mendorong lebih banyak orang menggunakan platform web Twitter daripada membayar melalui iPhone mereka, tambah sumber itu.

Elon Musk, yang mengambil kepemilikan Twitter pada Oktober, berencana meluncurkan layanan terverifikasi dengan tanda centang biru yang berbeda untuk individu, perusahaan, dan pemerintah, setelah peluncuran awal yang gagal menyebabkan lonjakan pengguna yang menyamar atau berpura-pura sebagai selebritas dan perusahaan terkenal di Twitter.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved