Sering Jadi Target Kejahatan Dunia Maya, AS Perkenalkan Strategi Keamanan Siber Baru
Strategi tersebut mendesak regulasi yang lebih ketat atas praktik keamanan siber yang ada di seluruh industri dan meningkatkan kolaborasi
Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Gedung Putih mengumumkan strategi keamanan siber baru sebagai upaya terbaru pemerintah Amerika Serikat di tengah meningkatnya kejahatan digital yang menargetkan Negeri Paman Sam.
Strategi tersebut mendesak regulasi yang lebih ketat atas praktik keamanan siber yang ada di seluruh industri dan meningkatkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.
Baca juga: Bijak di Dunia Maya, Generasi Muda Wajib Tingkatkan Literasi Cakap Digital
Melansir dari Reuters, strategi itu datang setelah serangkaian insiden peretasan oleh aktor dari dalam dan luar negeri terhadap Amerika Serikat di tengah konflik antara Rusia dan Ukraina, di mana perang dunia maya kian menonjol.
Strategi baru itu menyebut China dan Rusia sebagai ancaman keamanan siber paling menonjol yang diterima AS. Seorang pejabat AS yang menolak disebutkan namanya, mengatakan bagian dari strategi baru itu ditujukan untuk mengekang peretas Rusia.
“Rusia berfungsi sebagai tempat yang aman secara de facto untuk kejahatan dunia maya, dan ransomware adalah masalah utama yang sedang kita hadapi hari ini,” kata pejabat itu.
Serangan ransomware, di mana kelompok penjahat dunia maya menguasai sistem target dan meminta pembayaran uang tebusan, adalah salah satu jenis serangan dunia maya yang paling umum dan telah mempengaruhi berbagai industri dalam beberapa tahun terakhir.
“Sistem peradilan pidana tidak akan mampu mengatasi sendiri masalah ini – kita perlu melihat elemen lain dari kekuatan nasional,” ujar pejabat itu.
"Jadi kami berharap Rusia memahami konsekuensi dari aktivitas jahat di dunia maya, dan akan terus menahan diri," sambungnya.
Baca juga: Soal Ancaman Keamanan Siber, Perlindungan Data Pribadi Harus Jadi Perhatian
Strategi tersebut menyerukan untuk membangun koalisi dengan mitra asing "agar menciptakan tekanan pada Rusia dan aktor jahat lainnya untuk mengubah perilaku mereka," kata pejabat AS kedua yang juga menolak disebutkan namanya.
"Saya pikir kami telah melihat beberapa keberhasilan dalam mempertahankan koalisi tersebut selama setahun terakhir," tambahnya.
Di antara berbagai hal, strategi tersebut menyerukan peningkatan standar untuk menambal kerentanan dalam sistem komputer, dan menerapkan perintah eksekutif yang mengharuskan perusahaan cloud memverifikasi identitas pelanggan asing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-serangan-siber__.jpg)