Kamis, 7 Mei 2026

Kelola 3 Infrastruktur Cloud, Jaringan Fiber Optik Lintasarta Kini Menyebar di 200 Kota

Jaringan ini akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan solusi di bidang ICT.

Tayang:
HO
Ilustrasi. Lintasarta saat ini mengelola jaringan fiber optic yang tersebar di 200 kota di Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perusahaan solusi teknologi informasi Lintasarta saat ini mengelola jaringan fiber optik yang tersebar di 200 kota di Indonesia. Jaringan ini akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan solusi di bidang ICT.

Selain itu, perusahaan juga mengelola 1.800 lebih VSAT remote, 3 Data Center dan 3 infrastruktur cloud.

“Lintasarta mengalami berbagai fase bertumbuh yang sangat beragam dari awal kami berdiri. Kami melewati krisis moneter 1998, awal era masuknya internet, hingga pandemi Covid-19. Semua perjalanan ini mendorong kami untuk terus berinovasi sesuai dengan kebutuhan zaman hingga membawa kami ke titik capaian saat ini,” kata Triharry Darmawan Oetji, Corporate Secretary General Manager Lintasarta dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa, 4 April 2023.

Baca juga: Perluas Jaringan Fiber Optik, Lintasarta Ekspansi ke Hampir 400 Kota di 2023

Triharry menambahkan, selama 35 tahun berdiri, perusahaannya mendapat kepercayaan untuk mendukung jaringan internet dan berbagai produk serta layanan ICT lainnya untuk mempercep[at digitilisasi di berbagai sektor industri di Indonesia. Berawal dari memenuhi kebutuhan Bank Indonesia, lalu merambah ke berbagai perusahaan besar nasional dan swasta lainnya, serta kementerian dan pemerintah daerah.

Merespons semakin beragamnya kebutuhan industri dan pelanggan akan layanan ICT, perusahaan kini menciptakan berbagai produk dan layanan infrastruktur jaringan dan pendukungnya.

Sejak awal 1990-an, Lintasarta mulai membangun layanan jaringan (Frame Relay, Internet Dedicated, Datacom, VSAT) dan Data Center. Memasuki era 2000an, Lintasarta mendirikan Artajasa sebagai perusahaan penyedia jasa transaksi elektronik pertama di Indonesia dan ATM Bersama.

Kemudian, diluncurkan berbagai solusi untuk industri seperti SKOTA, Collaboration, Owlexa Healthcare, Media Analytics, TPCM, e-KYC, dan LEAPS untuk solusi Managed Service, disusul dengan Lintasarta Cloud Services yang saat ini rebranding menjadi Lintasarta Cloudeka.

Produk Managed Security Services yang ditawarkan saat ini meliputi VPN MultiService, VPN Enzy, dan Security Operation Center bernama SQURA. Di internal perusahaan sendiri, Lintasarta melakukan modernisasi dengan berbagai aplikasi seperti Ultima, data analytic & robotic automation untuk manajemen preventive maintenance network, ERFINA untuk Finance, dan myLintasarta sebagai mobile employee app.

Triharry menambahkan, selain menyediakan solusi ICT, Lintasarta juga memiliki berbagai inisiatif CSR yang terdiri dari yaitu Pilar Pintar, Inovasi, Sehat Sejahtera, dan Cinta Bumi. Berbagai program CSR dalam pilar-pilar ini telah berhasil menjaring rata-rata 90.000 penerima manfaat setiap tahunnya.

Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah untuk program-program layanan SKOTA atau Smart City/Command Center di sekitar 30 kota dan kabupaten se-Indonesia, pembangunan sarana dan prasarana telekomunikasi di wilayah 3T, program Desa Digital Jawa Barat dan pelatihan optimalisasi infrastruktur di desa-desa melalui Lintasarta Mengajar, dan berbagai program serupa lainnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved