Startup Teknologi Diagnostik Publikasikan White Paper Layanan Kesehatan Preventif
Startup di bidang teknologi diagnostik Plebo dan Kemenkes meluncurkan white paper sebagai inisiatif fundamental untuk penanganan kesehatan preventif
Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Startup di bidang teknologi diagnostik Plebo bersama Kementerian Kesehatan RI meluncurkan white paper sebagai inisiatif fundamental untuk penanganan kesehatan preventif dan promotif di Jakarta, Rabu, 5 Juli 2023.
White paper bertajuk “Realisasi Periode Emas Indonesia : Mendorong Bangsa yang Maju melalui Masyarakat yang Sehat dan Produktif melalui Deteksi Dini” ini untuk mendorong penyediaan layanan kesehatan yang tidak hanya sebatas kuratif dan rehabilitatif penyakit, tetapi juga berperan pada ekonomi dan penyiapan sumber daya manusia yang sehat dan sejahtera.
“Misi kami adalah melayani jutaan masyarakat khususnya dalam mendapatkan layanan preventif diagnostik yang berkualitas profesional, aksesibilitas mudah, dan harga yang terjangkau,” jelas Dimas Prasetyo, Co-founder Plebo dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat, 7 Juli 2023.
Baca juga: Revolusi Medis, 10x Genomics Roadshow Usung Teknologi Sel Tunggal
Maksimalkan Teknologi AI
Dengan menyatukan teknologi Artificial Intelligence (AI), aplikasi Plebo Pro mampu mendigitalisasikan seluruh alur pemeriksaan, mulai dari dokumentasi, analisis, dan penjelasan hasil diagnostik dan divalidasi oleh dokter.
"Teknologi ini bisa membantu pasien menelaah kebutuhannya secara terpersonalisasi dan sesuai dengan arahan dari tenaga kesehatan profesional. Pelayanan digitalisasi medical check up juga tersedia untuk perusahaan atau korporat," ungkap Dimas Prasetyo.
Sebagai primary care, Plebo menyediakan layanan kesehatan yang berfokus pada preventif dan promotif, dengan membentuk ekosistem yang mengadaptasi kecerdasan buatan untuk meminimalisasi langkah kuratif dan rehabilitasi.
Dia menjelaskan, infrastruktur supply chain yang dibentuk Plebo memiliki standarisasi mutu ketat yang didukung oleh teknologi sehingga terbentuknya konstruksi lab diagnostik yang efisien dan profesional.
Setelah pemeriksaan diagnostik, masyarakat akan didukung oleh aplikasi Livewell untuk menjalani pola hidup sehat melalui teknologi yang bisa menyediakan fakta kesehatan. Dalam satu teknologi, tersedia analisis dan rekomendasi terkait nutrisi, hidrasi, pola tidur, aktivitas fisik, dan kesehatan mental yang terkurasi secara personal.
Dokter Andira Utami, Co-founder Plebo menjelaskan, aplikasi Livewell menjadi platform untuk wellness dengan akses mudah dan praktis yang dibuat oleh dokter dengan keahlian di bidang wellness seperti nutrisi, fisik dan kesehatan mental.
"Aplikasi ini menyediakan program dan rekomendasi kebugaran, olahraga, dan latihan fisik yang praktis serta mudah, sesuai dengan hasil diagnostik dan kesehatan personal," ungkapnya.
Melalui ekosistem kesehatan preventif, pihaknya juga menyediakan Livewell Center sebagai primary care bagi masyarakat yang menyediakan durasi konsultasi lama, terintegrasi teknologi AI, personalisasi kesehatan, dan lingkungan kesehatan yang nyaman dan menyenangkan.
Dengan kata lain, dari hasil diagnostik masing-masing bisa langsung dijaga dengan program nyata hidup lebih sehat dan penanganan langsung secara profesional.
Saat ini Plebo mempunyai 120 jaringan tenaga Kesehatan dan 200 tenaga kesehatan terdaftar dan mengelola jaringan laboratorium klinik / rumah sakit mitra di 40 kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/startup-di-bidang-teknologi-diagnostik-plebo-bersama-kementerian-kesehatan-ri.jpg)