Larangan Pakai iPhone oleh Presiden Xi Jinping Bikin Apple Store di China Sepi Pembeli
Sejumlah gerai Apple Store di China mulai sepi pembeli usai Presiden Xi Jinping mengumumkan larangan penggunaan iPhone bagi semua pejabat pemerintah.
Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti
TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Sejumlah gerai Apple Store di China mulai sepi pembeli usai Presiden Xi Jinping mengumumkan larangan penggunaan iPhone bagi semua pejabat pemerintah dan pegawai negeri sipil di China.
Larangan juga diperluas, berlaku pula bagi pegawai perusahaan besar yang didukung oleh negara, yakni PetroChina.
Untuk mendukung larangan ini, Presiden Xi Jinping bahkan meminta perusahaan afiliasi negara seperti bank untuk beralih ke perangkat lunak lokal selama satu dekade terakhir.
Akibat aksi boikot ini Apple Inc. mengalami pembengkakan kerugian hingga mencapai 200 miliar dolar AS, lantaran saham perusahaan di bursa Dow Jones Industrial Average anjlok sebesar 2,9 persen pada Jumat (8/9/2023).
Kebijakan juga telah membuat laba bersih Apple ikut terseret turun, dari 1,44 miliar dolar AS menjadi 1,31 miliar dolar AS pada perdagangan Jumat sore, sebagaimana yang dikutip dari Reuters.
"Pelarangan penggunaan iPhone bagi pegawai pemerintah tidak hanya dapat menimbulkan dampak penjualan negatif. Namun menjadi langkah lebih besar pemerintah China untuk mendorong pemakaian teknologi domestik," tulis Analis Teknologi, Toni Sacconaghi.
Berbanding terbalik dengan kondisi Apple, perusahaan ponsel Huawei kini tengah kebanjiran orderan.
Baca juga: Waduh, Xi Jinping Larang Warga Pakai iPhone, Popularitas Apple Siap-siap Meredup di China
Dalam cuplikan video yang diunggah akun @TripInChina, terlihat kondisi toko Apple yang sepi sementara toko Huawei yang ramai diserbu pengunjung.
Salah seorang karyawan yang bekerja di pemerintahan China yang enggan disebutkan namanya mengungkap bahwa pemerintah dan perusahaan BUMN di China memberikan subsidi kepada karyawan sebesar 100 yuan hingga 200 agar karyawan beralih ke merek lokal seperti Huawei.
Baca juga: iPhone 15 Sematkan Jaringan Satelit Elon Musk, Bisa Kirim Pesan SOS Tanpa Internet
Dengan strategi marketing ini, Bank Of America memprediksi bahwa penjualan ponsel pintar Huawei di tahun ini bisa melonjak hingga 65 persen atau meningkat 38 juta unit.
Sementara itu, penjualan iPhone diproyeksikan anjlok sebesar 5 juta hingga 10 juta unit per tahun akibat aksi boikot ini.
Kerugian tersebut bahkan diprediksi akan semakin membengkak lantaran China, Hong Kong, dan Taiwan merupakan negara yang memegang kunci penting bagi penjualan produk ponsel iPhone.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gerai-apple-di-beijing.jpg)