Kamis, 14 Mei 2026

Popularitas iPhone 17 Angkat Saham Apple, Cetak Rekor Tertinggi Dalam Sejarah

iPhone 17 dorong saham Apple ke rekor tertinggi, mendekati valuasi USD 4 triliun berkat penjualan kuat, inovasi produk, dan strategi global Tim Cook.

Tayang:
Apple.com
IPHONE 17 SERIES - Foto diunduh dari laman Apple.com pada Rabu (8/10/2025). Mulai 17 Oktober, iPhone 17 dan iPhone Air Resmi Masuk Indonesia. iPhone 17 dorong saham Apple ke rekor tertinggi, mendekati valuasi USD 4 triliun berkat penjualan kuat, inovasi produk, dan strategi global Tim Cook. 
Ringkasan Berita:
  • iPhone 17 kerek penjualan Apple hingga persen di AS dan China, mendorong kapitalisasi pasar mendekati USD 4 triliun.
  • Inovasi produk dan strategi harga cerdas mulai dari chip, kamera, hingga desain baru menjadikan iPhone 17 Series peluncuran tersukses Apple dalam lima tahun terakhir.
  • Strategi global Tim Cook memindahkan produksi ke India dan Vietnam meningkatkan kepercayaan investor, membuat saham Apple stabil di tengah ketegangan geopolitik.

TRIBUNNEWS.COM - Harga saham Apple Inc. (AAPL) mencatat sejarah setelah menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level 262,42 dolar AS sekitar Rp 4,3 juta per lembar pada perdagangan Rabu (22/10/2025).

Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Apple mendekati angka fantastis 4 triliun dolar AS, menegaskan dominasi raksasa teknologi asal Cupertino di pasar global.

Adapun lompatan harga saham Apple terjadi usai laporan Counterpoint Research menyebut penjualan iPhone 17 Series melampaui pendahulunya, iPhone 16.

Di dua pasar utama dunia yakni Amerika Serikat dan China, dalam sepuluh hari pertama peluncuran, penjualan i[Phone 17 dilaporkan meningkat hingga 14 persen year-on-year, mencatat pertumbuhan hampir sepertiga lebih tinggi dibanding tahun lalu.

“Model dasar iPhone 17 menawarkan nilai terbaik bagi konsumen, dengan chip, layar, dan kamera yang jauh lebih baik tanpa kenaikan harga,” ujar analis senior Counterpoint Research, Mengmeng Zhang.

Lonjakan tersebut membalikan citra Apple yang sempat memburuk selama tahun 2025 hingga nilainya terjun bebas mencapai 30 persen pada April 2025, menjadi sekitar 172,42 dollar AS (Rp 2,8 juta) per lembar.

iPhone 17 Jadi Pendorong

iPhone 17 series sendiri diketahui jadi ponsel anyar Apple yang disematkan chipset canggih, kamera selfie yang lebih baik, layar lebih cerah, serta penyimpanan internal lebih besar, 

iPhone 17 Pro dan Pro Max yang dibanderol masing-masing USD 1.099 dan USD 1.199, menawarkan kemampuan zoom kamera dan baterai lebih efisien.

Adapun iPhone 17 Air, dengan harga USD 999, menjadi alternatif baru yang disebut lebih tipis, ringan, dan sedikit mengungguli iPhone 16 Plus dari sisi performa.

Selain inovasi produk, subsidi operator yang lebih besar turut mendorong lonjakan permintaan, terutama di segmen premium.

Baca juga: Telkomsel Resmi Buka Pre-Order iPhone 17 Series, Ada Promo Bayar 7 Bulan Dapat Langganan 24 Bulan

Hal ini menjadikan lini iPhone 17 sebagai salah satu peluncuran tersukses Apple dalam lima tahun terakhir.

Data pasar menunjukkan saham Apple naik hampir 5 persen pada kuartal terakhir 2025, memperkuat posisi perusahaan sebagai raksasa teknologi dengan valuasi tertinggi di dunia.

Kombinasi inovasi produk dan strategi penetapan harga cerdas menjadikan iPhone 17 motor penggerak utama menuju kapitalisasi 4 triliun dolar AS.

Strategi Tim Cook Dinilai Visioner

Keberhasilan Apple Inc. (AAPL) mempertahankan performa sahamnya di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu tidak lepas dari strategi global yang dijalankan oleh CEO Tim Cook.

Langkah berani perusahaan dalam diversifikasi rantai pasokan dinilai menjadi faktor utama yang memulihkan kepercayaan investor setelah sempat tertekan oleh isu tarif impor dan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China.

Sejak awal 2025, Apple secara bertahap memindahkan sebagian produksi iPhone dan perangkat lain dari China ke India dan Vietnam.

Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu negara produksi, memperkuat stabilitas pasokan global, serta mengantisipasi dampak perang dagang yang berulang kali mengguncang sektor teknologi.

Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari para investor dan analis pasar.

Diversifikasi manufaktur membuat Apple lebih tahan terhadap gangguan logistik, kenaikan tarif, dan risiko politik di kawasan Asia Timur.

Selain itu upaya ini juga memperkuat posisi Apple sebagai pemimpin global di sektor teknologi, terutama di tengah meningkatnya persaingan dengan raksasa seperti Samsung, Google, dan Huawei.

Dengan memperluas jaringan produksi ke Asia Selatan, Apple kini memiliki fleksibilitas lebih besar dalam merespons perubahan kebijakan perdagangan internasional.

(Tribunnews.com / Namira)

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved