Kejahatan Siber di Indonesia Kian Meningkat, Perlindungan Digital Jadi Kebutuhan Mendesak
Meningkatnya kasus kejahatan siber dan penipuan online di Indonesia mendorong kebutuhan akan sistem perlindungan digital yang lebih kuat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meningkatnya kasus kejahatan siber dan penipuan online di Indonesia mendorong kebutuhan akan sistem perlindungan digital yang lebih kuat.
Menyikapi kondisi tersebut, perusahaan keamanan siber global Norton menjalin kerja sama strategis dengan PT Kharisma Inside Mandiri Sejahtera (KIMS) untuk menghadirkan solusi keamanan digital yang lebih cerdas dan mudah diakses masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat serangan siber tertinggi di Asia Tenggara.
Aktivitas digital masyarakat yang meningkat, mulai dari belanja daring, perbankan digital, hingga kerja jarak jauh, membuka peluang baru bagi pelaku kejahatan untuk melakukan pencurian data dan penipuan berbasis daring.
CEO PT KIMS, Eddy Cahyono, mengatakan ancaman siber kini semakin kompleks. Modus penipuan online terus berkembang, dari phishing dan pencurian identitas hingga penipuan keuangan yang sulit dikenali.
“Banyak penipuan kini memanfaatkan kepercayaan dan kedekatan bahasa yang akrab bagi masyarakat. Karena itu, perlindungan yang cerdas dan adaptif sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan pengguna di era digital,” ujar Eddy ditulis, Kamis (23/10/2025).
Sebagai upaya memperkuat pertahanan digital masyarakat, PT KIMS bersama Norton menghadirkan Norton 360, rangkaian solusi keamanan siber berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI).
Produk ini dirancang untuk melindungi pengguna dari ancaman siber di berbagai aktivitas daring—baik saat bekerja, bertransaksi, maupun bersosialisasi di media digital.
Eddy menjelaskan, Norton 360 dilengkapi sistem deteksi penipuan berbasis AI, VPN aman untuk menjaga privasi, serta pemantauan ancaman real-time yang aktif melindungi pengguna di mana pun mereka berada.
“Dengan teknologi yang adaptif, Norton 360 mampu mengenali pola serangan baru dan memberikan perlindungan komprehensif bagi pengguna di Indonesia,” katanya.
Wakil Presiden Norton untuk kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah–Afrika, Mark Gorrie, menambahkan bahwa kerja sama ini bertujuan memperluas jangkauan Norton di Indonesia, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan digital.
“Kami bangga bisa bermitra dengan PT KIMS untuk menghadirkan perlindungan siber kelas dunia. Bersama, kami ingin membangun masa depan digital yang lebih aman dan terlindungi bagi seluruh pengguna di Indonesia,” ujar Mark.
Kehadiran kembali Norton di pasar Indonesia menjadi sinyal positif di tengah maraknya ancaman digital. Dengan meningkatnya serangan siber lintas sektor—dari peretasan data pribadi hingga penipuan finansial—upaya memperkuat sistem pertahanan digital nasional dinilai semakin mendesak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-kejahatan-siber-OK_.jpg)