Rabu, 22 April 2026

Robot Humanoid di Tiongkok Pamer Jurus Tinju Mabuk hingga Memperagakan Teknik dengan Pedang

Robot G1 tampilkan jurus tinju mabuk di panggung gala, sempat goyah dan jatuh sebelum kembali berdiri stabil

Editor: Eko Sutriyanto
Tangkap Layar x.com/WhileTravelling
ROBOT KUNGFU - Gala Festival Musim Semi Tiongkok di Beijing menampilkan robot humanoid yang menampilkan Kung Fu, termasuk mengeluarkan jurus tinju mabuk untuk memamerkan kemajuan pesat negara tersebut dalam bidang robotika dan AI 
Ringkasan Berita:
  • Robot humanoid G1 mencuri perhatian di Gala Festival Musim Semi Tiongkok dengan menampilkan jurus tinju mabuk 
  • Robot meniru gerakan goyah khas Zui Quan, sempat terjatuh, lalu kembali stabil dalam hitungan detik 
  • Aksi ini menunjukkan kemajuan kontrol keseimbangan dan sistem pemulihan berbasis AI.

TRIBUNNEWS.COM, TIONGKOK – Gala Festival Musim Semi tahunan yang disiarkan oleh China Central Television di Beijing tahun ini bukan hanya ajang hiburan. 

Panggung megah itu berubah menjadi arena unjuk kemampuan teknologi, ketika puluhan robot humanoid memperagakan jurus kung fu secara langsung.

Sorotan utama tertuju pada satu detail yang tak biasa: robot-robot tersebut meniru gerakan goyah khas tinju mabuk, lalu kembali stabil setelah terjatuh.

Dikutip dari India Today, menurut laporan CGTN, robot humanoid G1 yang dikembangkan oleh Unitree Robotics menampilkan pertunjukan kung fu otonom penuh yang disebut sebagai yang pertama di dunia.

Baca juga: Robot Humanoid China Berjalan Sejauh 106 km dalam 3 Hari, Langsung Masuk Guinness World Records

Meniru Mabuk, Tetap Terkendali

Dalam salah satu adegan, robot G1 memperagakan teknik tinju mabuk atau Zui Quan.

Gerakannya tampak limbung, tubuhnya condong tak seimbang, bahkan sempat jatuh ke belakang.

Namun dalam hitungan detik, mesin itu kembali berdiri dan mengunci posisi dengan stabil.

Dalam seni bela diri tradisional, tinju mabuk memang meniru gerakan orang kehilangan keseimbangan.

Praktisi terlihat oleng dan tidak terkontrol, padahal sebenarnya mereka mengatur pusat gravitasi secara presisi untuk mengecoh lawan.

Kini prinsip itu diterapkan pada mesin.

Robot-robot tersebut bukan hanya bergerak mengikuti pola.

Mereka melakukan penyesuaian keseimbangan secara real-time, mengatur ulang posisi tubuh setelah jatuh, lalu kembali masuk ke koreografi tanpa jeda berarti.

Kemampuan ini menandakan kemajuan dalam kontrol gerak, sensor keseimbangan, serta sistem pemulihan otomatis berbasis AI.

Selain adegan tinju mabuk, para robot juga memperagakan teknik dengan pedang, tongkat, dan nunchaku dalam formasi yang tersinkronisasi.

Bukan Sekadar Hiburan

Selain G1, model H2 turut diperkenalkan.

Robot ini tampil di berbagai lokasi di Beijing dan Yiwu dengan mengenakan zirah karakter Great Sage, sambil menunggangi anjing robot dan memperagakan gerakan “Somersault Cloud.”

Laporan Reuters menyebut pertunjukan tersebut lebih dari sekadar hiburan.

Baca juga: 7 Fungsi Utama Polri Bakal Dibantu Robot Humanoid, Apa Saja?

Gala ini menjadi panggung nasional untuk menunjukkan ambisi Tiongkok dalam memimpin manufaktur cerdas dan robotika humanoid.

Sejumlah perusahaan robot lain juga tampil, di antaranya Galbot, Noetix, dan MagicLab.

Mereka menghadirkan robot dalam segmen komedi hingga tarian sinkron bertema industri nasional.

Chatbot AI Doubao dari ByteDance juga muncul dalam sketsa pembuka acara.

Pengamat teknologi Evrim Kanbur menyebut pertunjukan tersebut sebagai demonstrasi presisi spasial, kontrol ritme, dan penyesuaian keseimbangan dinamis secara real-time. 

Ia menilai momen itu sebagai simbol pertemuan antara tradisi kuno dan sistem kontrol AI modern.

Dengan memadukan seni bela diri berusia ratusan tahun dan koordinasi algoritmik tingkat lanjut, Gala Festival Musim Semi tahun ini menegaskan robotika humanoid di Tiongkok tidak lagi sekadar proyek laboratorium. (IndiaToday)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved