GADGET
Apple Resmi Masukkan iPhone 4 dan iPhone 5 ke Daftar Produk Usang
Apple resmi menetapkan iPhone 4 dan iPhone 5 sebagai produk usang, dukungan servis kini dihentikan total.
Ringkasan Berita:
- Apple tetapkan iPhone 4 dan iPhone 5 sebagai produk usang (obsolete)
- Perangkat tidak lagi mendapat layanan perbaikan resmi
- Status diberikan setelah lebih dari 7 tahun sejak terakhir dijual
TRIBUNNEWS.COM - Apple kembali memperbarui daftar produk lamanya dengan memasukkan dua model iPhone ke kategori obsolete atau usang.
Kedua perangkat tersebut adalah iPhone 4 dan iPhone 5. Informasi ini dilaporkan oleh 9to5Mac pada 16 Maret 2026.
Dengan status baru ini, kedua perangkat tersebut tidak lagi mendapatkan dukungan servis resmi dari Apple di seluruh dunia.
Perubahan status ini merupakan bagian dari kebijakan siklus hidup produk Apple.
Perusahaan memiliki kategori khusus untuk menandai usia perangkat, yang berpengaruh langsung terhadap ketersediaan layanan perbaikan.
Berikut penjelasan kategori produk Apple:
Vintage (lawas)
- Ditetapkan sekitar 5 tahun setelah produk berhenti dijual
- Masih bisa diperbaiki, tetapi tergantung ketersediaan suku cadang
Obsolete (usang)
- Ditetapkan setelah lebih dari 7 tahun sejak penjualan terakhir
- Apple tidak lagi menyediakan layanan perbaikan atau dukungan resmi
Baca juga: Apple Siapkan iPhone Lipat, Produksi Panel Layar OLED Dimulai Mei 2026
Dalam kasus ini, kedua perangkat telah melewati batas waktu tersebut.
Sebelumnya, iPhone 5 sudah masuk kategori vintage dan kini resmi menjadi obsolete.
Sementara itu, status iPhone 4 mengalami sedikit perubahan.
Sebagian variannya sebelumnya sudah masuk daftar usang, sementara versi lainnya masih tergolong vintage.
Kini, Apple menyederhanakan daftar tersebut dengan menetapkan iPhone 4 sebagai produk obsolete secara keseluruhan.
Berikut dampak dari status obsolete:
- Tidak ada lagi layanan perbaikan resmi dari Apple
- Tidak tersedia suku cadang melalui jaringan resmi
- Dukungan teknis dihentikan sepenuhnya
Kebijakan ini berlaku secara global, meskipun aturan garansi dan layanan bisa sedikit berbeda tergantung negara.
Namun secara umum, pengguna perangkat yang sudah masuk kategori ini harus mencari alternatif perbaikan di luar layanan resmi.
Penetapan status ini juga menjadi penanda bahwa perangkat tersebut telah benar-benar memasuki akhir siklus hidupnya.
Seiring waktu, ketersediaan komponen akan semakin langka dan sulit ditemukan.
Meski begitu, dalam beberapa kasus tertentu, Apple masih memungkinkan perpanjangan layanan hingga 10 tahun, tergantung pada regulasi di wilayah tertentu.
Namun hal ini tidak berlaku untuk semua perangkat.
Langkah Apple ini menunjukkan bagaimana perusahaan mengelola dukungan produk secara bertahap, seiring dengan perkembangan teknologi dan peluncuran perangkat baru.
(Tribunnews.com/Widya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/iphone-4__.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.